Tuesday, 20 November 2018

Mengganggu Ikan Hias Diperas Sampai Rp.4 Juta

Senin, 27 Oktober 2014 — 4:22 WIB
Ucha-D-27Okt

ISTRI tetangga yang cantik itu ibaratnya ikan hias, hanya bisa dilihat tapi tak bisa digoreng. Tapi dasar Bisman, 31, bernasib mujur, Ny. Linda, 28, yang bak ikan hias tersebut berhasil “digoreng”-nya di atas ranjang. Tentu saja suaminya tidak terima, sehingga Bisman diperas harus bayar ganti rugi Rp 4 juta.

Ada yang bilang, perempuan cantik itu ada yang kelas belut dan kelas ikan hias. Wanita cantik yang bekerja di kafe atau tempat hiburan, umumnya seperti belut; wajar digoreng dan enak juga rasanya. Tapi perempuan tetangga yang istri orang, itu ibaratnya ikan hias maskoki atau koi; hanya boleh dilihat-lihat saja, namun tak pantas digoreng. Tapi jika terpaksa bisa menggorengnya, rasanya juga jan temanja temenan (baca: enak sekali).

Bisman warga Jalan Sungai Rupat Kelurahan Pagar Dewa, Bengkulu, punya tetangga yang ibaratnya seperti ikan hias tersebut. Ny. Linda memang cantik, tapi sudah punya suami. Jadi sebagai tetangga, bolah-boleh saja Bisman menikmati keindahan tubuh Ny. Linda, bagaikan melihat ikan hias dalam akuarium. Tapi ya hanya sebatas melihat-lihat saja, jangan berpikir untuk bisa menggorengnya di dalam wajan. Namanya juga ikan hias, hanya endak dipandang tapi dilarang untuk digoreng.

Secara umum Linda, memang cantik nan seksi. Istri Bisman di rumah juga cantik, tapi karena stok lama, sudah tak ada lagi stromnya bila diperlukan. Beda dengan perempuan lain sebagaimana Linda ini, karena barang baru, rasanya agak gimana, gitu. Bisman sering membayangkan seperti itu. Mana kala melihat Ny. Linda yang putih itu, Bisman hanya bisa membayangkan yang enggak-enggak. Sebab menurut orang bijak, istri tetangga yang cantik itu memang seperti ikan hias.

Dasar Bisman lelaki tetangga nan rakus. Tak tahan setiap hari melihat ulah Ny. Linda mondar-mandir depan rumahnya untuk belanja ke warung, dia kemudian punya gagasan, untuk menggorengnya sekalian. “Perempuan model Linda, digoreng asam manis pasti syedapppp….,” begitu pikirnya dalam hati.

Belum lama ini, pas suami Linda tak di rumah, Bisman mencoba merapat ke rumah sasaran. Awalnya sekedar ngobrol ngalor ngidul, dari ngomongkan politik sampai soal sembako yang jadi kebutuhan wong cilik sehari-hari. Ketika pembicaraan mulai panas dan menjurus, ternyata Linda sangat responsif. Mumpung lampu sudah menyala hijau, istri Amir ini langsung saja disergap. Ternyata, yang tadinya mengancam mau panggil Hansip, belakangan malah bilang: sip, sip, sip!

Ibarat ikan hias, Bisman berhasil menggoreng Linda seperti gurame diasam manis plus merica hitam. Rasanya syedap sekali, atau maknyusss kata Bondan Winarno.  Entah berapa kali selanjutnya dia berhasil menggoreng Linda di atas wajan yang bernama ranjang asmara itu. Sialnya, karena Bisman tidak menguasai menejemen mesum berbasis perselingkuhan, Amir suaminya jadi tahu.

Tentu saja Amir mencak-mencak. Cuma ironisnya, meski tersinggung karena aset nasionalnya diserobot orang, dia tidak lapor ke polisi, melainkan mau dijadikan duit saja. Maksudnya, Bisman diperas bayar Rp 4 juta bila tak ingin dilaporkan ke Polres. Ketimbang jadi masalah dibayarnya dulu Rp 3 juta. Ternyata kekurangannya dikejar-kejar terus sambil main ancam. Gerah dengan ancaman tersebut, terpaksa Bisman lapor polisi, dan Amir pun ditangkap.

Mau cari untung malah jadi buntung. (Gunarso TS)

  • didi

    sama gilonyo