Friday, 23 August 2019

Harga BBM Mau Naik Tak Pengaruhi Penjualan Mobil Seken

Kamis, 30 Oktober 2014 — 9:05 WIB
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

MENCUAT isu kenaikan harga bahan bakar minyak di akhir pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Banyak pengamat memprediksi, hal itu bakal terjadi pada kepemimpinan Joko Widodo-Yusuf Kalla.

Di sebagian kalangan pebisnis otomotif, isu kenaikan harga BBM  tidak begitu berpengaruh. Seperti pengakuan Agus, salah satu pedagang mobil seken di Raja Bursa Mobil (RBM) di lantai tujuh Mal Palem, Jl Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin.

Aktivitas penjualan pasar mobil ini tetap ramai pengunjung  berbagai kelas ekonomi. Konsumennya bukan hanya kalangan menengah ke bawah yang membeli harga kendaraan di bawah Rp100 juta. Tetapi mobil kelas premium juga diburu konsumen berkantong tebal.

Menurut Agus, meski di luaran lagi ramai membicarakan kenaikan harga BBM, namun pembeli tetap ramai. “Karena mobil sudah menjadi kebutuhan penting bagi orang berduit. Kami menjual mulai harga murah sampai mahal, karena kelas konsumennya bervariasi,” jelasnya.

KEPUASAN KONSUMEN

Michael Go, pengelola RBM Palem menyebut kelebihan pedagang di tempat itu selalu mengutamakan kepuasan konsumen. “Antara lain menyediakan mobil berkualitas bagus. Harga bersaing, layanan ramah, proses kredit dibantu, bebas gangguan calo. Intinya masyarakat sangat senang berbelanja mobil di sini,” kata Michael menambahkan di pasar modern terdapat berbagai merek dan tipe mobil.

Selain melayani penjualan tunai dan kredit, pedagang RBM juga menerima tukar-tambah kendaraan. “Penjualan kredit dibiayai leasing bonafit yang memberi uang muka dan bunga ringan. Ini memudahkan masyarakat mewujudkan impian membeli mobil idaman,” tandasnya. (joko)

Komentar ditutup.