Friday, 23 August 2019

Kasus Perceraian di Sukabumi Meningkat

Sabtu, 1 November 2014 — 6:33 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SUKABUMI (Pos Kota) – Kasus cerai, baik talak maupun gugat mencapai 365 perkara di Kota Sukabumi selama Januari-September 2014. Umumnya,  penyebab perceraian didominasi faktor ekonomi, cemburu, dan adanya gangguan pihak ketiga.

Wakil Panitera Pengadilan Agama Kota Sukabumi, Achmad Chotib, menjelaskan dari 365 perkara cerai talak dan cerai gugat ditambah dengan sisa tahun lalu sebanyak 141 perkara. Dari jumlah itu,  462 perkara sudah diputus. Di antaranya yang diputus itu  92 perkasa merupakan cerai talak dan 370 perkara cerai gugat.

“Perkara putus itu bukan berarti kedua belah pihak cerai. Ada juga yang rujuk kembali setelah kami mediasi atau ada juga yang dicabut gugatannya. Kami selalu memediasi sebelum ada putusan. Hingga saat ini masih tersisa 94 perkara yang belum diputus,” terangnya.

Menurut Chotib, jika dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat perceraian tahun ini jumlahnya relatif sama.

Khusus untuk jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang tercatat mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama (PA) lebih kurang sebanyak 27 orang, tahun ini. Saat ini untuk kasus percerain PNS tinggal tersisa 8 perkara lagi.

Mengurusi perceraian dari kalangan PNS, kata Chotib, memang cukup sulit. Sebab harus ada surat izin dari pimpinan di lingkungan tempat mereka bekerja. “Cukup rumit juga kalau dari kalangan PNS,” ungkapnya. (sule)