Monday, 26 August 2019

Kadis Pemuda dan Olahraga DKI

Taman Waduk Pluit Sarana Pembinaan Usia Dini Sepakbola Indonesia

Senin, 3 November 2014 — 7:33 WIB
Foto- Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Ratiyono didampingi Dirut PT. Jakpro, Budi Karya dan Ketua Paniti Rezza Mahaputra di tengah peserta usia dini turnamen IJL. (ilham)

Foto- Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Ratiyono didampingi Dirut PT. Jakpro, Budi Karya dan Ketua Paniti Rezza Mahaputra di tengah peserta usia dini turnamen IJL. (ilham)

PENJARINGAN (Pos Kota) – Area Taman Waduk Pluit Penjaringan tidak hanya menjadi sarana olahraga dan bermain masyarakatnya, tapi juga sarana pembinaan usia dini masa depan sepak bola Indonesia, lewat turnamen Indonesia Junior League (IJL) 2014.

Turnamen yang digelar di stadion Mini Soccer Waduk Pluit ini diikuti 20 tim sekolah sepak bola se-Jakbodetabek dengan usia 11 tahun ke bawah. Dengan turnamen ini ditujukan akan membentuk karakter dan mental pemain sepak bola usia muda melalui sistem kompetisi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga DKI, Ratiyono mengatakan, turnamen anak usia belia ini diharapkan akan melahirkan pemain-pemain berbakat yang akan nantinya dapat mewakili Jakarta di pentas internasional.

“Kami  akan saring yang terbaik dari turnamen ini, 5 sampai 10 orang kita rencanakan dapat tersaring dan akan kita berangkat keluar negeri mengikuti turnamen antar kota di dunia,” ucap Ratiyono, saat membuka turnamen IJL.

Saat ini, bibit unggul sedang dikembangkan oleh pihak Dinas Pemuda dan Olah Raga DKI Jakarta. Pengembangan usia dini dalam olah raga, menurut Ratiyono dapat mengukir prestasi baik untuk daerah dan juga negara.

Ia mencontohkan prestasi tim sepak bola usia belia DKI Jakarta tahun lalu (2013) di dalam Turnamen Jakarta Sister City. Dalam turnamen tersebut, kendati Tim Propinsi Jakarta kalah dari Tim Seoul (Korea Selatan) di Final, namun tim tersebut dapat mengalahkan Tim dari Negara Paman Sam (Amerika Serikat) di semi final.

“Tahun lalu siapa sangka kita bisa capai final, padahal lawan-lawan kita itu kota-kota dari negara hebat didunia,” ujar Ratiyono.‬ “Selain mencapai final, kita dapat penghargaan kiper terbaik. Kita masih simpan sarung tangan emasnya,” sambungnya.

Sementara itu, Dirut PT. Jakpro, Budi Karya mengatakan kegiatan sepak bola dini bekerjasama dengan PT. LJI bertujuan menghadirkan hiburan bagi anak-anak sekitar lokasi taman. Namun, Dia juga menjelaskan bahwa hiburan untuk masyarakat Jakarta itu harus memiliki manfaat juga.

“Kalau sebatas hiburan, dimana saja bisa didapatkan. Namun kalau yang bisa mengukir kualitas, itu tidak semua hiburan yang bisa dan itu ingin kita buat di taman waduk pluit ini,” kata Budi didampingi Ketua Panitia Rezza Mahaputra.

Budi juga mengungkapkan turnamen ini juga sebagai obat bagi warga yang mengalami relokasi ke Rusun Marunda beberapa waktu lalu. “Sebagian dari warga di waduk Pluit yang direlokasi, butuh juga refreshing. Olah raga sepak bola kita pilih karena bisa persatukan banyak orang baik muda dan tua,” tukas Budi.

Turnamen serupa, menurut Budi akan diusung pihaknya setiap tahunnya. Sebab, ia menilai dengan turnamen itu, usia dini dapat berprestasi bahkan bisa mengukir sejarah dan Jakpro berkomitmen untuk kegiatan positif dengan pembangunan karakter anak bangsa.

“Kegiatan ini menjadi format dimana pemerintah daerah bisa memikirkan untuk di bukanya lapangan sepak bola baru. Bukan hanya sebatas menanam pohon tetapi aktivitas yang jauh lebih bermanfaat dan melahirkan prestasi. Makanya kita juga libatkan Dinas Olah Raga DKI ,” pungkasnya.

Turnamen IJL 2014 menggunakan format pertandingan setengah kompetisi dan dibagi dua grup selama 4 bulan. Dan puncak final akan berlangsung pada 15 Februari 2015.

(ilham/sir)