Thursday, 24 May 2018

Walikota Palembang dan Istri Segera Diadili

Selasa, 4 November 2014 — 22:30 WIB
Romi Herton

Romi Herton

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas pemeriksaan Walikota Palembang non-aktif, Romi Herton dan istrinya, Masyito. Kedua tersangka kasus dugaan suap sengketa Pilkada Palembang di Mahkamah Konstitusi (MK) itu, segera diadili di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Penanganan kasus dugaan sengketa Pilkada Kota Palembang dengan tersangka RH (Romi) dan M (Masyito) masuk tahap dua atau P21,” kata Juru Bicara sekaligus Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP, Selasa (4/11).

Johan belum dapat memastikan kapan sidang perdana  digelar. Namun, biasanya 14 hari setelah berkas P21.

Baik Romi maupun Masyito terlihat datang ke Gedung KPK, di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/11). Namun, tidak ada komentar . “Ya (P21),” ujar Masyito, singkat, sebelum akhirnya kembali ke mobil tahanan KPK yang mengantarkan mereka kembali ke sel tahanan.

Dalam perkara ini, Romi dan Masyito diduga melakukan suap terkait penanganan sengketa Pilkada Kota Palembang. Selain itu, keduanya juga dijerat karena memberikan keterangan tidak benar di persidangan kasus serupa.

Romi dan Masyito ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Juni 2014. Mereka disangkakan melanggar Pasal 6 Ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat 1 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana Jo Pasal 22 Jo Pasal 35 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2001.

Atas sangkaan itu, Romi kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Militer Pomdam Jaya Guntur. Sementara, Masyito ditahan di Rutan KPK.

Kasus ini sebelumnya sudah menjerat mantan Ketua MK, Akil Mochtar. Perkara Akil sudah diproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan dia divonis pidana penjara seumur hidup. (yulian)