Thursday, 19 September 2019

Dituduh Curi Motor, Pelajar SMK Tewas Dikeroyok

Jumat, 7 November 2014 — 16:06 WIB

DEPOK (Pos Kota) – Dituduh mencuri motor, pelajar kelas XI SMK swasta di Depok tewas setelah dikeroyok teman-teman pemilik kendaraan roda dua tersebut, Kamis (6/11) malam. Enam pelaku diamankan, empat di antaranya berstatus pelajar SMP.

Tewasnya M.Farhan Naufal, 17, menimbulkan duka mendalam bagi keluarganya. Mereka tidak menduga korban tewas di tangan orang yang dikenal, bahkan satu di antara pelaku merupakan kakak sepupu.

Informasi yang dihimpun, pada Kamis (6/11) sore, Rama, 25, memarkirkan motor Honda C 70 tahun 1980 di Taman Gurame. Ia kemudian nongkrong bersama teman-temannya. Tak disangka motor miliknya hilang diambil orang tak dikenal.

Rama kemudian mengajak rekannya untuk mencari motor tersebut. Setelah dicari cukup lama motor itu ditemukan pada Kamis malam sekira pukul 23.00 saat sedang parkir di pinggir jalan. Ternyata Farhan berada di atas motor milik Rama tersebut.

Mendapati motor miliknya diduduki Farhan, Dede menjadi kesal. Mereka menghajar Farhan sambil diteriaki maling. Belum puas melakukan aksi main hakim sendiri, pelaku membawa korban ke Taman Gurame, tempat pertama motor diparkir. Di tempat ini Farhan juga dikeroyok hingga sekarat.

Setelah puas menghajar Farhan, pelaku meninggalkan pelajar tersebut. Farhan kemudian ditolong warga dengan membawanya ke RS Bakti Yudha. Namun karena lukanya sangat parah, ia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta Selatan.

Baru beberapa jam dirawat di RS Fatmawati, korban meninggal dunia. Kasus ini kemudian dilaporkan keluarga korban ke Polsek Pancoran Mas. Petugas yang menangani kasus tersebut menangkap enam pelaku pengeroyokan yakni Rama, 25, Dede, 19, dan empat lainnya yang masih pelajar SMP berusia 14 tahun.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Purwadi menyatakan, korban dan pelaku, Dede, merupakan saudara sepupu. “Para pelaku kami kenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” ungkapnya. (angga/yo)

  • waryadin

    peraturan hukum harus di rubah.. jgn krna msh di bawah umur di bebaskan.. pelajar smp karna merasa msh di bawah umur,seenaknya melakukan kejahatan atau pembunuhan.. mrka berpikir msh di bawah umur ga akan di penjara… (dibawah umur….. jgn kan membunuh… pacaran aja udah ngerti,.)