Saturday, 22 September 2018

Siswa SMKN 8 Juara Lomba Bahasa Korea dan Jepang

Minggu, 9 November 2014 — 14:45 WIB
Foto- Siswa SMKN 8, Maharani Putri Anindya (kanan) juara II lomba  bahasa Korea dan Syafudin Hanafian, juara III lomba bahasa Jepang dalam lomba debat bahasa Indonesia dan bahasa asing tingkat nasional 2014. (rachmi)

Foto- Siswa SMKN 8, Maharani Putri Anindya (kanan) juara II lomba bahasa Korea dan Syafudin Hanafian, juara III lomba bahasa Jepang dalam lomba debat bahasa Indonesia dan bahasa asing tingkat nasional 2014. (rachmi)

PENGUASAAN bahasa asing di era globalisasi kini semakin dibutuhkan agar bisa tetap eksis. Termasuk pelajar sekolah untuk pengembangan kualitas diri di masa depan.

“Dengan menguasai bahasa asing, kita dapat memperluas khasanah pergaulan, memenuhi tuntutan kerja dan menambah pertemanan di kancah internasional,” kata Kepala SMKN 8, Eny Nugrahaningsih.

Kemampuan berbahasa asing sebagai life skills diyakininya semakin mendesak dikuasai para pelajar mengingat kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2015.

Peluang kesempatan kerja semakin terbatas mengingat serbuan pencari kerja dari MEA ke Indonesia dipastikan memiliki ketrampilan yang jauh lebih oke. Termasuk kepiawaian sejumlah bahasa asing.

“Mengantisipasi kondisi terburuk terkait MEA, kita tidak boleh berleha-leha. Semangat belajar harus lebih ditingkatkan agar nantinya tidak sekedar menjadi penonton di negara sendiri akibat kalah bersaing,” tandasnya.

Sebagai pembekalan bagi anak didik, SMKN 8 menggemblengnya dengan sejumlah bahasa asing seperti bahasa Jepang, Korea, Inggris, Perancis dan Jerman.

Untuk mengetahui kemampuan para siswa lanjut Eny, pihaknya rajin mengutus anak didiknya ke berbagai ajang kompetisi mulai tingkat kota, wilayah hingga nasional.

Di antaranya baru-baru ini dua siswa SMKN 8 menjadi Duta DKI dalam debat lomba bahasa Indonesia dan bahasa asing tingkat nasional 2014 di Malang, Jawa Timur. Maharani Putri Anindya meraih juara II dalam lomba bahasa Korea dan Syafudin Hanafi menyabet juara III lomba bahasa Jepang.

“Pencapaian prestasi ini menjadi cambuk semangat untuk terus berprestasi dan semoga dalam lomba debat bahasa asing tingkat nasional pada 2015 kami dapat menjadi yang terbaik,” ujarnya optimis.

Dalam menghadapi lomba tersebut, SMKN 8 mempersiapkan siswanya dengan pelatihan intensif. Untuk lomba bahasa Korea, Maharani Putri Anindya digojlok Kim Dongcheol dan Lee Sungnam, pelatih dari Korea yang mengikuti program pertukaran
guru yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Maharani dan Syafudin bersyukur dapat mempersembahkan prestasi lomba demi mengharumkan Pemprov DKI dan SMKN 8 secara khusus.

“Alhamdulillah, semoga tahun depan kami dapat mendulang prestasi yang jauh lebih baik lagi,” pungkas Maharani.

(rachmi/sir)