Friday, 21 September 2018

Lamongan Siap Menjadi Kota Digital Tahun Depan

Selasa, 11 November 2014 — 12:15 WIB
Era digital. (ist)

Era digital. (ist)

SURABAYA (Pos Kota) – Lamongan tidak jauh dari Surabaya, hanya  satu  jam perjalanan dari Surabaya. Wilayah ini memiliki  27 kecamatan dengan 474 desa.  Namun, bila dilihat dari pertumbuhan ekonominya, Lamongan merupakan yang tertinggi di Jawa Timur dan bahkan di tingkat nasional. Lamongan memiliki pertumbuhan ekonomi  6,85%.

Seiring dengan kemajuan teknologi dalam pelayanan masyarakat, Lamongan pun mengadopsi kecanggihan teknologi di beragam lini pelayanan. Kabupaten ini sudah mulai menerapkan teknologi  sejak tahun 2003, ketika membangun kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE).

Kemudian, dikembangan menjadi LADISO = Lamongan Digital Society yang  membentuk lamongan sebagai kota internet.  LADISO meliputi lima hal, yakni pendidikan, pemerintahan, kesehatan,  UMKM, dan fasilitas-fasilitas umum.   Melalui program LADISO ini, kelima hal tersebut di atas akan diintegrasikan dengan internet.

Sekarang ini,  semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kecamatan di Lamongan sudah 100% terkoneksi dengan internet. Semua bentuk surat-menyurat, urusan kepegawaian, perizinan, sudah dalam bentuk digital.  Dalam pelayanan Lamongan punya aplikasi Sistem Administrasi Keuangan dan Akuntansi (SAKTI), Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Aplikasi Perpustakaan Lamongan (APPEL), dan lainnya.

“Sekarang ini sudah ada sekitar 20 aplikasi yang terus dikembangkan. Termasuk, mengenai perizinan yang sudah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI. Ada juga sistem aplikasi lelang dalam pengadaan proyek pembangunan di Kabupaten Lamongan. Mimpi kami di tahun 2015 menjadi kota digital,” kata H. Fadeli, Bupati Lamongan .

Selanjutnya, untuk bidang pendidikan tingkat konektivitasnya mencapai 90% dari semua sekolah di tingkat SMP dan SMU yang ada di Lamongan. Artinya, sudah 142 sekolah yang tersambung internet dengan jumlah 552 akses point. Untuk, area publik sudah 70% yang terkoneksi, lembaga kesehatan 30%, dan untuk tingkat pemerintahan desa dan keluarahan sekitar 20% yang sudah online.

Kepala KPDE Pemkab Lamongan, Ervan mengaku optimis Lamongan mampu mewujudkan program Digital Sociaty di Lamongan. “Kami optimis,akan terwujud karena semuanya sudah mendukung, “ujarnya.(nurqomar/yo)