Thursday, 15 November 2018

Pembangunan Taman di Trotoar Diprotes Warga

Selasa, 11 November 2014 — 6:44 WIB
Bak taman yang  dibangun di atas trotoar Jl Susilo Raya dan diprotes warga. (Tarta)

Bak taman yang dibangun di atas trotoar Jl Susilo Raya dan diprotes warga. (Tarta)

GROGOL PETAMBURAN (Pos Kota) – Pembangunan taman di atas pedestrian atau trotoar di JalanĀ  Susilo Raya dan Jl Rawa Bahagia, Kelurahan Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar) yang dilaksanan Sudin Pertamanan diprotes warga. Program tersebut dinilai telah merampas hak pejalan kaki.

Johan, 60, warga Grogol mengatakan pedestrian seharusnya digunakan buat pejalan kaki. Namun, ini justru dibangun taman, sehingga menyusahkan pejalan kaki. “Warga kan jadi bingung, trotoar koq dibangun taman. Padahal selama ini, trotoar setiap pagi dimanfaatkan warga untuk olah raga jalan kaki, namun dibangun taman jadi terganggu,” kata Johan.

Dari pantauan di lokasi, di trotoar Jalan Susilo Raya telah dibangun bak-bak taman, namun sayangnya bentuknya tidak seragam. Ada yang kotak dan persegi panjang, sehingga tidak sinkron. Demikian juga di Jalan Rawa Bahagia, juga dibangun bak-bak taman, bahkan hampir menutup trotoar, sehingga menyulitkan pejalan kaki.

Lurah Grogol, Abdul Latief mengatakan pihaknya banyak mendapatkan protes warga atas pembangunan taman tersebut. Karena aktifitas warga jadi terganggu, akibat trotoarnya tertutup. “Warga komplain dan mempertanyakan pembangunan taman tersebut,” ujarnya.

Pihaknya terpaksa menyetop sementara proyek pembangunan taman tersebut. Hal ini untuk meminta penjelasan dahulu kepada pihak Sudin Pertamanan mengenai konsepnya dan apakah memang diizinkan trotoar dibangun taman. “Untuk sementara kami menyetop pembangunannya,” jelas Abdul Latief.

Kasudin Pertamanan Jakbar, Djauhar ArifinĀ  menjelaskan pembangunan taman di kawasan tersebut dalam upayanya penataan wilayah, karena jalan tersebut merupakan lokasi unggulan. “Selain itu, juga untuk mengusir pedagang, karena sering digunakan untuk berjualan,” jelasnya.

Pembangunan taman juga tetap memberi tempat bagi pejalan kaki, sehingga tidak mengganggu. “Kami akan cek ke lokasi kalau sampai space buat pejalan kaki tidak ada, maka akan ditata ulang. Tapi program ini tetap harus jalan,” kata Djauhar Arifin.

Pihaknya juga segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk menjelaskan konsep pembangunannya, sehingga proyek dapat terus dilaksanakan. (Tarta)

  • suwiryo

    proyek ya harus tetap jalan, perkara pejalan kaki modar disrempet angkot itu urusan takdir; dasar revolusi mental tempe.