Tuesday, 20 November 2018

Demi Kesetiaan pada Suami, Bekas Pacar Dikorbankan

Rabu, 12 November 2014 — 6:17 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

ANEH  betul jalan pikiran Susanti, 31, dari Surabaya ini. Demi kesetiaannya pada suami yang selalu menuduh selingkuh dengan kekasih lama, dengan tega hati dia menusuk Jazuli, 35, yang tak tahu persamalahannya. Tak urung kekasih lama itu masuk rumahsakit, dan Susanti bersama suami jadi tahanan polisi.

Cemburu adalah bumbunya perkawinan, dan cemburu adalah bukti cinta yang selangit. Tapi meski cinta selangit, bila setiap hari dicemburui an dicurigai oleh suami, istri cap apapun pasti tidak suka. Masak iya, hanya gara-gara ketemu kekasih lama, langsung dituduh ada main. Itu kan lebay namanya, meski seumur-umur tidak pernah menjadi lebai.

Susanti warga Jalan Rangkah, Kapas Baru, Surabaya, merupakan perempuan apes sepanjang sejarah kampung Kapas Baru. Banyak orang punya bini cantik, tapi suaminya tidak cemburuan macam suaminya, Cahyono, 35. Gara dirinya berwajah cantik, suaminya selalu takut sang istri direbut orang. Untuk menjaga dari ancaman lelaki lain, gerak-gerik Susanti selalu diawasi dan dikontrol. Pendek kata tak ada ruang untuk bergerak leluasa.

Cahyono memang merasa lelaki paling mujur. Meski dulu hanya pekerja sales peralatan kesehatan, dia mampu menggaet Susanti yang kala itu juga sudah punya kekasih dengan profesi sama. Ibarat persaingan KIH dengan KMP, Susanti ibarat PPP yang sedang galau, mau ngeblok ke mana? Akhirnya pun dia jatuh di pelukan Cahyono yang memang strategi dalam menaklukkan Susanti hingga mau bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.

Dari kerjasama nirlaba antara Susanti-Cahyono, kini sudah memiliki anak lelaki usia balita. Namun demikian Cahyono tetap mewaspadai istrinya, dari anasir-anasir cinta kekasih lamanya. Dia tak mau Susanti ketemu Jazuli, yang kemudian muncul istilah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). “Kalian yang CLBK, tapi saya yang CLK TGBL (celaka tiga belas),” begitu kata Cahyono sekali waktu.

Kota Surabaya itu luasnya 333,63 KM2. Tapi jika Tuhan menentukan untuk ketemu, tahu-tahu Susanti ketemu lagi dengan Jazuli yang sekarang tinggal di Sambi Arum, Manukan. Pertemuan itu biasa-biasa saja, tak ada keputusan politik yang menentukan. Namun demikian bisa-bisanya Susanti kemudian cerita pada suaminya. Padahal dia tahu bahwa suaminya itu pakar cemburu se KMS (Kotamadya Surabaya). Meski nampaknya Cahyono tidak terlalu reaktif, tapi sejak itu pengamanan atas istri digalakkan. Dia tak mau akibat kelonggarannya tahu-tahu Susanti disabet Jazuli lagi.

Paling konyol, belakangan Cahyono sering menuduh bahwa dirinya baru kelonan dengan Jazuli. Ini terutama terjadi manakala Susanti males melayani di ranjang dengan alasan capek. “Mesti saja capek, karena kamu habis koalisi ranjang dengan Jazuli. Ngaku sajalah…..,” kata  Cahyono emosi karena nafsunya terkendala.

Gara-gara persoalan sepele, suami istri ini kini jadi sering ribut. Bahkan kemudian Cahyono menantang istrinya untuk membuktikan kesetiaanya pada suami, sebagaimana kecintaan Korpri pada Golkar di era Orde Baru dulu. Ternyata Susanti benar-benar siap menjawab tantangan suaminya. Apa jawabannya?

Sekitar 3 bulan lalu suami istri itu gencar mencari Jazuli dari rumahnya hingga di tempat kerjanya. Begitu ketemu langsung dibuntuti pakai sepeda motor.  Jazuli yang tidak tahu motif bekas pacarnya, langsung menghentikan kendaraannya. Tahu-tahu punggungnya ditusuk pisau lipat. Kontan dia ambruk dan dilarikan orang ke RS terdekat. Cahyono-Susanti yang kabur bersama tiga bulan kemudian baru tertangkap. Dalam pemeriksaan di kepolisian Susanti mengaku, tindakan brutalnya itu demi menunjukkan loyalitasnya pada suami.

Itu sih bukan loyalitas, tapi demoralitas. (Gunarso TS)

  • http://www.cipoy.com Cipoy Dotcom

    Cahyono yg cemburuan lalu meminta istrinya berbuat kejam kpd orang lain ini sebaiknya jangan jadi suami tetapi jadi godfather saja seperti Michael Corleone yg dibintangi Al Pacino. Jangan pula ia jadi pelawak seperti Cahyono temannya alm. Jojon di Grup Jayakarta karena laki-laki seperti ini tidak bisa bikin orang tertawa tetapi bisanya bikin orang lain menangis.