Wednesday, 14 November 2018

Kadin dan Kemendag Genjot Ekspor NTB

Kamis, 13 November 2014 — 14:15 WIB
Foto-Ilustrasi

Foto-Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) -Volume Ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai masih sangat kecil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat menyebutkan, dominasi ekspor masih dilakukan dari sektor pertambangan yang mencapai 99,6% dari total ekspor NTB yang dilakukan PT. Newmont.

“Meski masih terkendala dengan berbagai hal, kita akan upayakan agar pelaku usaha NTB bisa melakukan ekspor, tidak untuk sektor pertambangan saja. Industri Kecil Mengenah (IKM) pun kita arahkan agar bisa menghasilkan produk olahan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Imam Maliki di sela-sela acara Aktivasi Peningkatan Kinerja Ekspor yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Kementerian Perdagangan di Mataram, dalam siaran persnya, Kamis (13/11).

Imam mengatakan, karena belum memiliki pelabuhan khusus untuk ekspor komoditas NTB biasanya diekspor melalui daerah lain dan masih mengandalkan perdagangan antar pulau. Meski demikian, menurutnya hal tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak mengembangkan potensi ekspor. “NTB menghasilkan banyak rumput laut tapi yang diekspor masih dalam bentuk raw material, diperdagangkan antar pulau dan diekspor melalui daerah lain. Tidak sedikit pula pelaku ekspor banyak yang menyerahkan sepenuhnya kepengurusan dokumen ekspor ke pihak lain” ungkap Imam.

Pihaknya juga mengatakan untuk mendorong industri pengolahan, ke depan akan dibangun kawasan industri kecil menengah yang terintegrasi di NTB agar potensi komoditas industri dan ekspor bisa didorong dengan cepat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Modal Ventura dan Pembiayaan alternatif Safari Azis mengatakan bahwa Kadin Indonesia tengah mendorong bentuk upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas para pengusaha mikro dan UKM, tak terkecuali bagi pelaku daerah yang sudah melakukan ekspor.

“Kadin mengupayakan agar daerah-daerah yang setingkat kabupaten bisa didorong agar berorientasi ekspor. Daerah perlu meningkatkan kualitas dan kemampuan para pengusaha lokalnya. Jangan sampai barang-barang dari luar menjadi dominan karena kalah bersaing dalam pasar bebas ASEAN. Itu misi utama kita, “ kata Safari.

Menurut dia, sapi, jagung dan rumput laut adalah komoditas yang dinilai sangat berpotensi untuk diangkat di daerah NTB di luar sektor pertambangan. Menurut Safari, dukungan keringanan pajak ekspor dan biaya-biaya lainnya sangat diperlukan untuk menggairahkan para pengusaha lokal.

“Untuk dapat melakukan ekspor, para pelaku usaha dipersyaratkan memiliki keahlian logistik, manajemen ekspor, pemasaran hukum perdagangan internasional hingga ke pembiayaannya. Kadin sendiri telah membentuk lembaga pembiayaan khusus, Palapa Nusantara Berdikari untuk mendorong pelaku pengolahan komoditas unggulan daerah, terutama yang sudah bisa melakukan ekspor. Kita juga gandeng pihak perbankan untuk akses kredit dan asuransi ekspornya ” pungkas Safari.

Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan RI Dody Edward menyebutkan, untuk promosi pasar luar negeri saat ini terdapat 25 atase perdagangan dan 19 Indonesian Trade and Promotion Center (ITPC) yang tersebar di bebrbagai negara. “Akses pasar akan kita fasilitasi, demikian halnya untuk design produk kita akan dampingi supaya bisa bersaing. Kemendag akan membangun trading house yang fungsinya nanti sebagai hub dan supply chain produk-produk Indonesia di luar negeri”pungkasnya.

(lina/sir)