Thursday, 20 September 2018

Besaran Subsidi BBM Harus Dipatok

Jumat, 14 November 2014 — 7:05 WIB
Demo tolak harga BBM naik terus berlanjut (toga)

Demo tolak harga BBM naik terus berlanjut (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah kedepan kemungkinan mempertimbangkan pengurangan subsidi dengan mematok besaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) per liternya di angka tertentu.

“Semua opsi sudah kami usulkan. Bisa saja ke depan, besaran subsidi dipatok di angka tertentu,” jelas Ibrahim Hasyim, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

Namun berapa besaran subsidi yang dipatok, ia mengungkap merupakan kewenangan Kementerian Keuangan. Mereka yang tahu dan menghitung berapa besaran subsidi.

Dengan mematok besaran subsidi di angka tertentu, menurutnya, setidaknya akan mendekati harga keekonomian. Harga BBM subsidi juga nanti akan naik turun. Mengikuti irama pasar.

Sebagai gambaran subsidi BBM dipatok Rp2 ribu/liter. Harga BBM Rp9 ribu/liter. Padahal harga keekonomian Rp11 ribu/liter.  Jadi kekurangannya disubsidi pemerintah.

Tapi kalau harga keekonomian Rp12 ribu/liter, harga BBM akan naik Rp1.000. Sisanya Rp2.000/liter tetap disubsidi pemerintah.

Ibrahim mengaku opsi pengurangan subsidi memang bisa mencegah dan menekan praktik penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk penyelundupan BBM ke luar negeri.

Selama harga murah, penyelundupan BBM subsidi yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab akan terus berlangsung, bahkan semakin marak.

Tapi kalau selisih (disparitas) harga BBM subsidi dengan non subsidi diperkecil, ia yakin mereka yang biasa menyelundupkan BBM akan berpikir lagi, karena untungnya tidak menggiurkan lagi. (setiawan)