Thursday, 27 June 2019

Puluhan Korban Penipuan Datangi Polres Depok

Selasa, 18 November 2014 — 14:05 WIB
Korban penipuan oleh pengembang di Polres Depok

Korban penipuan oleh pengembang di Polres Depok

DEPOK (Pos Kota) – Puluhan warga berbondong-bondong mendatangi Polresta Depok, Selasa (18/11) pukul 11:00. Mereka adalah korban penipuan pembangun rumah karena pengembangnya kabur membawa lari uang miliaran rupiah.

Parno,37, koordinator sekitar 70 korban  menananyakan kasus penipuan yang telah dilaporkan Selasa (8/10) atau sebulan lalu.

Menurut Parno, kasus ini berawal ketika pemilik PT. Jaenal Property yaitu Jainal Arifin,37, beralamat kantor sekaligus rumah di Jalan Delima, RT.02/09, Perum.Jati Jajar II, Kel. Jati Jajar, Kec. Tapos Kota Depok, membuka usaha investasi rumah berupa bentuk kavling di sekitar lahan tempat tinggalnya di Perum Jati Jajar II. Pengembang rumah tersebut memintai konsumen berupa tanda jadi (DP) rata-rata sebesar Rp.80 juta per pembeli.

“Konsumen yang telah menjadi korban lantaran telah membayar senilai nominal uang yang diminta. Bertahun-tahun tidak ada bentuk rumah yang dibangun. Total kerugian mencapai Rp. 4 milliar untuk 80 KK konsumen yang telah memesan rumah kepada pengembang,”katanya.

Pria bertubuh tambun mengenakan kaos oblong merah ini mengatakan rumah yang dipesannya  atas kepercayaan dengan iklannya hanya dari mulut ke mulut saja. “Pelaku yang hingga kini kabur dan tidak tahu keberadaannya. Masih mempromosikan PT. Jaenal Property menawarkan rumah lewat online ,”katanya.

Korban lainnya yakni Ervina,35,  mengaku penipuan ini sudah berlangsung dua tahun. Ketika korban menanyakan bentuk fisik rumah ke pengembang selalu mengelak. “Setelah itu pihak pengembang bahkan marketing dan keamanannya dibekingi Babinsa setempat sudah kabur sulit mengetahui kemana keberadaanya. Rumah milik pengembang pun juga sudah kosong selama beberapa bulan,”ungkap ibu rumah tangga berjilbab biru kepada Pos Kota.

Sedangkan bagi konsumen yang sudah memilik rumah dari pengembang yaitu sebanyak 40 unit. Dari rumah yang sudah tersedia dan ditempati tersebut untuk status kepemilikan rumah juga belum ada. ” Satu rumah kepemilikan tiga orang, selain itu untuk tanda bukti pemilikan rumah hanya dikasih sebuah kwitansi bukan surat-surat sah kepemilikan rumah,”ucapnya.

Kebanyakan a korban penipuan  lanjut Ervina, 32, dari kalangan PNS, TNI,Paspampres dan Polri, sampai pegawai biasa. “Kami hanya menginginkan pelaku untuk segera ditangkap. Selain itu uang kami yang telah tersetor ke pelaku sebagai DP rumah belum dikembalikan,” paparnya yang juga sudah menyetor DP tanah Rp.60 juta untuk tanah seluas 60 meter.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Agus Salim mengungkapkan sekarang kasusnya dalam penyelidikan reskrim satuan unit harta dan benda (Harda). “Sudah kita proses kasusnya. Masih mengumpulkan kelengkapan bukti-bukti,”demikian. (Angga)