Thursday, 19 September 2019

Rapat di Hotel, Rapat atau Rapet ?

Selasa, 18 November 2014 — 2:34 WIB
Arifs-18Nov

RAPAT pejabat di hotel makin lama makin banyak mudaratnya. Duit negara dihambur-hamburkan untuk kumpul kumpul formalitas – yang hasilnya sering sudah ketahuan. Pemerintah terus membangun gedung besar bagus – tapi tidak terpakai. Pejabat dan PNS sengaja memindahkan rapat di hotel karena ada anggaran yang sudah dialokasikan dan dibengkakkan. Oknum pejabat dan pengusaha hotel kong kalikong. Sama-sama dapat komisi.

Para isteri pejabat yang ditinggalkan rapat di hotel bikin was-was, karena banyak yang menyalah gunakan untuk selingkuh. Pamitnya rapat. Rapat di Puncak, ternyata, yang merapat sama selingkuhannya.

Rapat menggemukkan oknum pejabat, dan hotel kehilangan kegigihan berpromosi, karena mengandalkan proyek pemerintah dan anggaran negara, bukan swasta atau wisatawan.

Kebiasaan kurang baik itu kini segera dihentikan. Digagas oleh Presiden Jokowi, yang menginginkan penghematan di segala bidang, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Yuddy Chrisnandi kini melarang PNS menyelenggarakan rapat atau kegiatan dinas di hotel. PNS dapat menggunakan fasilitas negara untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Dengan menghemat anggaran dari rapat di hotel, perjalanan dinas, dan sejenisnya di sejumlah kementerian negara,  menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, telah menghemat anggaran Rp 1 triliun, saat kabinet baru dua pekan berjalan.

Kini kita tinggal berharap, Presiden Jokowi memenuhi janjinya untuk melipat-gandakan anggaran KPK sepuluh kali lipat untuk mengusut dan membekuk pejabat-pejabat yang korup. Membangun pemerintah bersih dan mewujudkan janji kampanyenya.

Tak perlu menghiraukan apa yang terjadi di parlemen. Mau damai, mau terus bertengkar – kenyataannya rakyat telah terbuka matanya, atas apa yang mereka lakukan dua bulan terakhir. Kini persempit gerak mereka main proyek, main nitip nitip dan geser-geser anggaran, seperti sebelumnya. – dimas.

  • Bebek kampung

    Klo rapat nya slalu di HOTEL…. mendingan gedung pejabatnya buat Rumah susun aja….. dah ada gedung kok malah cari hotel… hasil rapatpun ga ada menghasikan apa2.. cuma menghasilkan utang negara utk menutupi biaya rapat di Hotelll… ga selain aja rapat di Wisma…