Sunday, 18 November 2018

Protes Harga BBM Naik

Angkutan Umum Mogok Hari Ini, Ribuan Penumpang Bakal Keleleran

Rabu, 19 November 2014 — 8:20 WIB
Foto-Ilustrasi

Foto-Ilustrasi

SURABAYA(Pos Kota)-Ribuan warga yang biasa menggunakan angkutan umum, terancam keleleran. Pasalnya, seluruh angkutan umum di Jawa Timur akan melakukan mogok massal pada hari ini (19/11). Hal ini dilakukan sebagai aksi protes atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Persiapan mogok massal sudah terlihat di Terminal Purabaya, Bungurasih, tadi malam sekitar pukul 21.00 Wib. Sejumlah bus dan angkutan umum diparkir begitu saja dan ditinggal pulang oleh sopir-sopirnya. “Besok ke sini lagi mas, kita semua mau mogok,” ujar seorang sopir bis di Terminal Bungurasih, tadi malam.

Data Organda Jawa Timur menyebutkan saat ini ada sekitar 7 ribu bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar-provinsi (AKAP), 8.600 angkutan pelabuhan dan 40 ribu angkutan kota. Sedang angkutan umum yang akan mogok operasional, mulai bus AKAP, bus AKDP, bus kota, angkutan kota (bemo) dan taksi.

Imam Syafi’i,30, warga Bulak Rukem Gang V Kec. Semampir, salah satu sopir bus kota Surabaya, membenarkan pagi ini sekitar pukul 07.00, ratusan sapir angkan berkumpul di Terminal Bungurasih.

“Iya mas, hari ini  kami  akan mogok massal,” ujar Imam yang hendak membawa penumpang jurusan Jembatan Merah Plaza (JMP).

Menurutnya, aksi mogok diikuti sopir bus dan kondektur, sopir taksi, dan sopir bemo. “Malam ini teman-teman sudah siap-siap, sebagian masih ada yang beroperasi, tapi sebagian gak. Bus sudah diparkir semua,” tandas Imam.
Hal sama dinyatakan Sarbi,51, sopir bus patas Harapan Jaya. “Saya juga belum dapat intruksi dari kantor. Tapi kalau besok teman-teman mogok, saya juga ikut mogok mas,” kata sopir asal Jati, Karangan, Trenggalek ini.

Sementara itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur menegaskan penghentian operasional ini instruksi hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) DPP Organda yang digelar di Semarang. “Kami akan stop operasi sehari, sebagai shock therapy saja,” ujar Ketua DPD Organda Jawa Timur, H.B. Mustofa.

Dijelaskan, kenaikan harga BBM otomatis membuat biaya operasional angkutan meningkat. Diantaranya harga ban, suku cadang, dan upah pengemudi. “Kalau tarif nggak boleh naik, kami nggak bisa jalan. Kalau naik, kasihan masyarakat,” cetus Mustofa.

(nurqomar/sir)

  • suwiryo

    Horeee….

  • dakarputih

    pemerintah jangan terlalu over confiedence menaikkan harga BBM..coba diwadahi aspirasi masyarakat..