Tuesday, 25 September 2018

Tiang Pancang Tol Becakayu Halangi Pembagunan Sodetan BKT

Rabu, 19 November 2014 — 20:42 WIB
Tiang pancang Tol Becakayu dibongar untuk pembangunan Sodetan BKT-Ciliwung

Tiang pancang Tol Becakayu dibongar untuk pembangunan Sodetan BKT-Ciliwung

JATINEGARA (Pos Kota) – Selain ditolak warga Kelurahan Bidara Cina, yang menjadi kendala proyek Sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), juga adanya 25 tiang pancang yang digunakan untuk proyek Jalan Layang Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) juga menjadi penghalang pada proyek ratusan miliar itu.

Diketahuia 25 tiang pancang itu saat proyek pengerjaan pengeboran dari oulet, yang terdapat di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur, mulai dikerjakan. Akibatnya, proyek itupun menjadi molor lantaran pekerja harus mencabut seluruh tiang sepanjang 25 meter yang menjadi penghalang pipa penghubung Kali Ciliwung – KBT.

Manajer Proyek PT Wika, Ismu Sutopo mengatakan, ke-25 tiang pancang tersebut merupakan pondasi Jalan Layang Tol Becakayu. Dimana tiang pancang diameter 45×45 sentimeter dan berbentuk kotak, terdapat disamping lampu merah Kebon Nanas. “Dari 25 tiang pancang, baru 3 yang berhasil kita cabut,” katanya, Rabu (19/11).

Dikatakan Ismu, pihaknya baru mencabut tiang pancang tersebut lantaran PT. Wika baru mendapatkan ijin dari Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT),  Minggu (16/11) lalu.  “Kami menargetkan, ke 25 tiang pancang itu dapat dicabut secara keseluruhan pada pertengahan Desember mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, selain tiang pancang Becakayu, di kawasan Jalan DI Panjaitan, kendala lain yang juga muncul adalah jaringan utilitas. Dimana pada jalur yang akan dilintasi pipa, terdapat 21 perusahaan yang terkait jaringan utilitas. “Dinas PU DKI Jakarta sudah menyurati 21 perusahaan yang terkait, yang dilayangkan sejak 9 Oktober lalu,” tutur Ismu.

Ismu menjelaskan, dari 21 perusahaan itu, saat ini yang sudah memindahkan utilitasnya di antaranya adalah PDAM Jaya, PT PLN dan perusahaannya lainnya. Sedangkan yang belum merespon sama sekali surat pemberitahuan itu adalah PT Telkom. “Kalau memang terjadi kerusakan jaringan utilitas saat pelaksanaan pengeboran sodetan, maka hal tersebut menjadi tanggungjawab pemilik utilitas itu sendiri,” tegasnya. (Ifand)