Thursday, 22 November 2018

Harga BBM Naik, Pedagang Mobil Bekas Bakal Terimbas

Kamis, 20 November 2014 — 5:58 WIB
ilustrasi

ilustrasi

KENAIKAN harga bahan bakar minyak akan membuat pedagang mobil bekas semakin ‘memelas’ atau terpuruk. Pasalnya, sebelum ada kebijakan pemerintahan baru soal BBM tersebut penjualan sudah minim.

Pedagang di seputar kawasan Jabotabek mengeluh karena sepi pembeli. Bahkan, pedagang di bawah kelas showroom bakal banyak yang gulung tikar alias bangkrut.

Keterpurukan pedagang mobil bekas akan semakin terlihat manakala Pemda DKI Jakarta memberlakukan secara paten wilayah electronic road pricing (ERP) alias jalan berbayar. Apalagi sebelumnya terpukul kenaikan pajak kendaraan bermotor.

“Pemerintah sekarang ini tidak memikirkan pedagang kecil seperti kami ini. Pembeli mobil bekas sebelumnya saja sudah sepi,  sekarang harga BBM naik. Pasti lebih parah lagi. Seharusnya mencari solusi lain untuk menutupi anggaran itu,” kata H.Saiful, pemilik showroom  ‘Marga Motor’ di Jalan Jatibening (Kincan), Kalimalang, Jakarta  Timur.

Diakui H.Saiful, dalam beberapa bulan terakhir ini omset penjualannya menurun drastis setelah pemerintah mengeluarkan kabijakan menaikkan pajak dan pihak bank mengencangkan ikat pinggang bagi debitur. ”Kalau mau mengurangi macet batasi aja tahun mobilnya yang akan lewat jalan tertentu. Jangan malah kami yang menjadi korban kebijakan pemerintah,” tegasnya.

MOTOR NAIK
Beda dengan pendapat Rudi. Pedagang motor di kawasan Cipinang, Jakarta Timur ini mengaku berharap dengan adanya kenaikan harga BBM pasaran motor bekas bisa naik. Karena, pengguna kendaraan roda empat bakal berkurang dan beralih menggunakan mobil dalam beraktivitas.
“Mudah-mudahan penjualan motor bekas tambah ramai. Karena masyarakat yang naik motor selain lebih cepat tujuan juga lebih ngirit bensinnya. Tetapi sampai hari ini  belum ada perubahan, mungkin sebentar lagi kali,” ucap Rudi, warga Cipinang yang sudah puluhan tahun menjadi pedagang motor bekas.

INDUSTRI OTOMOTIF

Pengaruh kenaikan harga BBM terhadap industri otomotif di tanah air? Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Rahmat Samulo,  Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor Amelia Chandra, dan Markus dari PT Astra Honda Motor,  tidak berpengaruh besar.

Pabrikan otomotif selama ini menggunakan solar industri. Ini dapat diartikan, kemungkinan harga kendaraan naik sangat kecil. “Jadi, pengaruhnya hanya bersifat sementara, atau jangka pendek seperti arahan Gaikindo. Penjualan akan menurun sekitar 10 sampai 15 persen saja. Setelah itu akan normal kembali,” jelas Amelia.

Pasar tahun depan juga diperkirakan akan sama seperti tahun ini, yaitu sekitar 1,2 juta mobil. “Saya yakin, kenaikan BBM justeru akan memajulan industri otomotif di tanah air,” tandasnya. (bambang/percoyok)