Sunday, 23 September 2018

Guru yang Dingin di Rumah Tapi Sangat Panas di Kelas

Jumat, 21 November 2014 — 0:55 WIB
Ucha-21Nov

APES benar nasib Pak Guru Wisnu, 55, dari Surabaya ini. Dalam usia kepala lima masih honorer, kapan jadi PNS-nya? Sudah begitu, dalam urusan ranjang di rumah sangat dingin pada istri. Tapi giliran pada muridnya di kelas, sangat menyala-nyala. Gara-gara ulahnya, Pak Samino jadi urusan polisi.

Jadilah tuan rumah di negeri sendiri, begitu pejabat selalu mengingatkan. Tapi konsekuenkah itu sang pejabat? Belum tentu. Bisa saja dia menganjurkan begitu, tapi di rumah malah penakut pada istri. Di rumah yang jadi tuannya justru istri. Pejabat model begini, biasanya galakan pada anak buah di kantor. Soalnya itu pelampiasan kekalahannya di rumah.

Pak Wisnu dari Kejambon Surabaya juga demikian. Dia termasuk lelaki yang takut sama istri. Soalnya, dia sebagai kepala rumahtangga tak bisa membiayai rumahtangganya secara maksimal. Justru sehari-hari sumber pembiayaan keluarga dari istri yang punya usaha. Sedangkan Pak Wisnu sebagai guru honorer, berapa sih gajinya? Mungkin Rp 1 juta belum juga nyampai. Yang sangat mengherankan, usia sudah 55 tahun, kok masih jadi guru honorer. Lalu kapan jadi PNS dan dapat tunjangan sertifikasinya?

Merasa jadi andalan ekonomi keluarga, Ny. Lestari memang sering meremehkan suami, sebagai lelaki “ayam sayur”. Karenanya dalam rumahtangga, fungsi Wisnu tak lebih sekedar jadi pemacek atau pejantan ibaratnya ayam kampung. Itupun tak bisa dilaksanakan dengan baik, karena gara-gara takut dan minder pada istri, dia tak pernah mampu lagi menjalankan tugas signifikan suami. Maka sesuai dengan namanya, Wisnu memang: wis ora nganu!

Nafsu memang ada, tapi giliran tiba di “hari H” gairah Wisnu langsung walk out macam anggota DPR. Sebaliknya di sekolah, melihat murid-murid SD-nya yang cantik dan imut-imut, Wisnu justru ngebet banget. Tapi bagaimana ya? Masak Pak Guru kok malah mengincar murid sendiri. “Ya nggak apa-apa Bleh, guru kan hanya predikat, sebagai lelaki kan sama saja.” Kata setan memberi pencerahan.

Sampailah pada kejadian beberapa hari lalu. Salah satu muridnya, Rini, 12, belum selesai mengerjakan PR menggambar. Pak Wisnu pun mulai membantu bocah itu menyelesaikan pekerjaannya. Tapi sambil menggambar, tangan Pak Guru ini usil geratakan ke dada si murid yang tentunya belum nampak buahnya. Gara-gara ulahnya, Rini pun mengadu pada orangtuanya.

Tentu saja sang ayah marah, anaknya diperlakukan tidak senonoh. Pak guru Wisnu langsung dilaporkan ke polisi Polrestabes Surabaya. Dalam pemeriksaan Wisnu mengakui, memang telah meraba-raba Rini, tapi hanya sebatas itu. Itu dilakukan karena sangat terangsang melihat penampilan muridnya. “Herannya Pak, di rumah saya malah tidak gairah pada istri. Dingin gitu lho Pak.” Kata Pak Guru.

Dingin, ya tinggal kemul sarung! (Gunarso TS)

  • pudjiharto123@yahoo.co.id

    Selagi punya kelebihan lain.Mengapa tidak dimanfaatkan ? Kelebihan bisa cari uang banyak bukan segalanya. Nilai segalanya adalah harga diri.

  • ahmadfaruq

    Ya karena zaman sudah akhir makanya bermacam2kejahatan gampang di lakukan oleh manusia.krn manusia srkarang banyak gak ngerti agama biarpun punya agama

  • rengga

    kaya yang ngerti aja..

  • Idhu Geni

    Wisnu apa Samino sih yg diceritakan ini…..??? jajajl wacanen maneh artikelmu kae ko nduwur sing runut Gun….

    • Sarkowi

      pancen sering salah-salah ngono kuwi

  • http://www.cipoy.com Cipoy Dotcom

    Dingin di luar, panas di dalem.