Monday, 24 September 2018

Tak Mau Cerai Pengadilan Malah Pilih Cerai Mati Saja

Sabtu, 22 November 2014 — 6:06 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

USIANYA  sudah kakek-kakek, Mbah Taufik, 65, terancam cerai oleh istrinya, Mbah Lulung, 60. Tak siap bakal menyendiri tanpa teman hidup, kakek dari Salatiga itu jadi stress berat.  Sesuai petunjuk bapak setan, Mbah Taufik yang tak mau dicerai lewat Pengadilan Agama, memilih cerai mati lewat gantung diri.

Bercerai atau talak itu perbuatan halal yang sangat dibenci Tuhan. Ewa segitu, jika perceraian itu tak bisa dihindari, mestinya ketika usia pasangan suami istri itu masih muda, sehingga ada peluang nikah lagi. Lha kalau usia sudah di atas 60 tahun kok macem-macem mau pecah kongsi rumahtangga, sama saja mencari penyakit. Mana ada orang mau dikawini kakek atau nenek, kecuali kaya raya?

Problem inilah yang sedang membelit pasangan rumahtangga Mbah Taufik-Lulung dari Sidomukti, Salatiga. Ketika cucu sudah gemrayah (banyak), rumahtangga mereka tiba-tiba berada di tikungan tajam. Mereka harus bercerai gara-gara persoalan kecil yang tak bisa didamaikan. Padahal jika perceraian itu terjadi, hanya akan ditertawakan para cucu dan pitik (ayam).

Suami istri ini membuka usaha warungan di Jalan Hasanudin, Salatiga. Jika Mbah Lulung  kulakan di pasar, suaminya yang jaga warung untuk melayani pembeli. Dengan berjualan seperti itu penghasilannya lumayan, tak perlu bergantung pada anak-anak mereka yang sudah pada berumahtangga semua.

Pasangan yang nampak guyub rukun tersebut tiba-tiba terlibat keributan suami istri. Apa yang menjadi titik persoalan, tidak jelas. Yang pasti, Mbah Lulung sampai mengeluarkan ancaman. “Ketimbang terus begini, mendingan kita bercerai saja. Harta gana gini kita yang terdiri dari warung dan berikut isinya, kita bagi dua.”

Tentu saja Mbah Taufik kaget mendengar ancaman itu. Jika sampai masuk ranah pembagian aset, jelas itu bukan lagi bercanda, tapi serius. Lalu, jika benar-benar bercerai, mana mungkin bisa kawin lagi, wong sudah tua jelek begini. Kalau seperti Pak Domo dulu, meski sudah tua kawin lagi mudah saja, wong kaya raya.

Sejak itu Mbah Taufik jadi stress, karena membayangkan bakal hidup menduda. Padahal soal perceraian tak semudah itu. Di Pengadilan Agama nanti, pasti dipersulit oleh majelis hakim, disuruh pulang untuk pikir-pikir kembali. Sebab motif perceraian itu hanya kesalahpahaman dalam rumahtangga, bukan berkaitan dengan perselingkuhan.

Dalam kondisi stres begitu, tiba-tiba ada setan iseng mampir ke rumah Mbah Taufik. Dia memberi petunjuk, ketimbang pusing memikirkan carut-marut rumahtangganya, mendingan bunuh diri saja. Itu jalan pintas yang paling jitu. “Kalau pinjam istilah Pegadaian, ini namanya: mengatasi masalah tanpa masalah.” Kata setan yang rupanya sering pinjam uang ke Pegadaian.

Di kala sedang dikompori setan begitu rupa, Mbah Lulung mengajaknya ke warung, untuk menghitung aset sebelum dibagi dua. Wah, benar-benar serius nih! Maka di warung pun Mbah Taufik mengeluarkan pernyataan bahwa tidak mau cerai. Tapi Mbah Lulung ngotot harus bercerai. Bertengkarlah mereka, sehingga kemudian Mbah Taufik tega menempeleng istrinya sampai klenger.

Usai menganiaya istri, Mbah Taufik lalu teringat petunjuk bapak setan itu tadi. Lebih baik mati, ketimbang dicerai istri. Dengan menggunakan kain selendang, dia menjerat leher sendiri dan digantungkan ke blandar warung. Hanya dalam tempo beberapa menit, wasalamlah Mbah Taufik.

Mbah Taufik belum dapat hidayah, Mbah Lulung juga ogah. (KR/Gunarso TS)

  • Rengga Irawan

    koplaqk

  • pudjiharto123@yahoo.co.id

    Pentingnya peran seorang yang punya wibawa dilupakan. Jadinya……….penyesalan dunia dan akhirat.

  • Mbah Gondar

    turut berkuda

  • http://www.cipoy.com Cipoy Dotcom

    Mungkin sang setan yg membisiki hati Mbah Taufik satu perguruan dg setan yg membisiki beberapa orang pegawai Foxconn (pabrik pembuat iPhone) yg bunuh diri. Kalo pegawai Foxconn dibisiki lebih baik mati ketimbang kerja cape gaji rendah, Mbah Taufik dibisiki lebih baik mati daripada gak bisa memeluk bini. Walah mbaah…nama Taufik kok gak dapat taufik dan hidayah ya. :)