Saturday, 20 July 2019

Agun: Munas Golkar di Bali Langgar AD/ART Partai

Jumat, 28 November 2014 — 13:17 WIB
Foto-Agun Gunandjar Sudarsa.(ist)

Foto-Agun Gunandjar Sudarsa.(ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Politisi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa,  menilai Munas IX Partai Golkar di Bali, melanggar AD/ART Partai, dimana penyelenggaranya diputuskan sepihak oleh ketum tanpa persetujuan rapat pleno sebagai pemegang kedaulatan tertinggi DPP yang bersifat kolektif.

“Tidak ada hak prerogatif Ketum dalam AD/ART, (Pasal 19 AD) yo pasal 36 AD), Materi Munas yang meliputi Rancangan Perubahan AD/ART, Ranc Program Umum, Rancangan Pertanggungjawaban DPP (bukan Ketum), Rancangan Tata Tertib Munas sebagaimana diatur tetang wewenang Munas di pasal 30 ayat (2) tidak pernah dibahas dan diputuskan dalam rapat pleno DPP,” katanya kepada Pos Kota, Jumat (28/11).

Rancangan pemilihan pimpinan partai, lanjutnya, sebagaimana diatur dalam pasal 45 ART sampai dengan saat ini tidak pernah dibicarakan, dibahas dan diputuskan dalam rapat Pleno DPP.

“Yang seharusnya Penyelenggara dan Materi Munas harus dibahas dan diputuskan oleh rapat pleno DPP sebagai badan pelaksana tertinggi partai yang bersifat kolektif (pasal 19. AD), oleh karena itu dalam sejarah partai golkar 50 tahun, baru pertama kali Munas diselenggarakan oleh DPP tanpa melalui mekanisme rapat pleno guna membentuk Kepanitiaan dan membahas rancangan materi munasnya,” katanya.

Ia mengatakan, bukankah suara DPP dalam forum Munas itu hanya 1, bagaimana akan 1 suara dalam menyikapi agenda sidang sidang Munas kalau anggota DPP-nya itu sendiri tidak pernah membahas dan menyepakatinya atas seluruh rancangan materi Munas.

“Dengan Demikian kami tidak mengakui dan menyatakan penyelenggaraan Munas IX di Bali melanggar AD/ART Partai, dan dengan sendirinya tidak syah, untuk itu kami meminta kepada pemerintah untuk tidak mengakui keberadaan penyelenggaraan Munas IX partai golkardi Bali dari tanggl 30 November sd 4 Desember 2014,”. Agun Gunandjar Sudarsa yang juga anggota Tim Penyelamat Partai Golkar.
(rizal/sir)