Friday, 20 September 2019

Operasi Zebra Jaya 2014

Lawan Arus Dominasi Pelanggaran

Jumat, 28 November 2014 — 6:51 WIB
Operasi Zebra 2014 yang dilkakukan Polda Metro Jaya

Operasi Zebra 2014 yang dilkakukan Polda Metro Jaya

JAKARTA (Pos Kota) – Melawan arus menjadi jenis pelanggaran lalulintas di hari kedua Operasi Zebra Jaya 2014, Kamis (27/11). Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat ada lebih dari 1085  pengendara yang terjaring.

Sejumlah pengendara mengaku nekat melawan arus dengan alasan memangkas jarak tempuh. “Kalau harus muter cari putaran lagi lama  Pak, belum macet,” tutur Nanang, 34, pengendara motor di kawasan Galur, Jakarta Pusat, kemarin.

Pria warga Kampung Rawa, Galur, Jakpus ini harus menebus SIM miliknya di pengadilan setelah tertangkap tangan petugas melakukan pelanggaran itu.
“Saya tahu tindakan ini salah karena berbahaya, pengendara lain juga bisa celaka,” katanya penuh sesal.

Nanang adalah satu dari ribuan pengendara motor yang kena tilang akibat melawan arus. Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, mengatakan ada 4.764 pengendara ditilang dengan berbagai jenis pelanggaran.

“Sepeda motor masih mendominasi jumlah pelanggar yakni sebesar 3.418,” katanya lagi.
Di hadi kedua ini, katanya terjadi 3 peristiwa kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 2 orang.

ANGKUTAN UMUM

Sementara itu di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Satlantas Polresta setempat menilang 182 pelanggar lalu-lintas di kawasan terminal 1, 2 dan 3.

Kasatlantas Polresta Bandara Soetta, Kompol Zainal Ahzab SIK didampingi Wakasatlantas AKP Agung Wuryanto,  menjelaskan dari jumlah yang ditindak itu mayoritas pengemudi angkutan umum taksi dan bus karena berhenti tidak pada tempatnya.  (maryoto/yahya)

  • Anto

    “Saya tahu tindakan ini salah karena berbahaya, pengendara lain juga bisa celaka, tapi waktu itu otak saya ketinggalan di dalam lemari”