Wednesday, 26 September 2018

Pembetonan Jalan Siliwangi Sukabumi Bikin Macet

Jumat, 28 November 2014 — 13:03 WIB
Foto- Pengerjaan beton jalan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. (sule)

Foto- Pengerjaan beton jalan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. (sule)

SUKABUMI (Pos Kota) – Arus lalu-lintas di utara Sukabumi mengalami kemacetan cukup parah. Kemacetan disebabkan adanya proyek perbaikan berupa pembetonan/pengecoran setengah badan jalan di Jalan Siliwangi, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Pengamatan di lokasi, sejak dimulainya perbaikan jalan tersebut mulai Senin (24/11) hingga Jumat (28/11), arus lalin dari arah Sukabumi-Bogor dan sebaliknya mengalami kemacetan. Pasalnya, akibat pengecoran sepanjang 75 meter persegi tersebut petugas kepolisian terpaksa memberlakukan buka tutup arus lalin. Anehnya, pengerjaan proyek tersebut tidak ada papan nama proyek apapun.

Antrian kendaraan mengurai hingga mencapai 3 kilometer dari Cibadak hingga Parungkuda. Begitu dari arah Cibadak, kendaraan sampai Karangtengah yang berjarak sekitar 2 kilometer dari titik pengecoran jalan tersebut.

Dampak kemacetan mengakibatkan waktu tempuh kendaraan molor hingga mencapai 2 jam. Biasanya, waktu tempuh dari Cibadak-Parungkuda sekitar 30 menit. Namun setelah adanya proyek tersebut kini bisa mencapai 2 jam.

“Jangankan pakai mobil, pakai sepeda motor saja sudah merayap. Kondisi ini setelah ada perbaikan jalan di Pamuruyan,” keluh Wahyudi, pengendara motor asal Parungkuda.

Udin, sopir angkot jurusan Cibadak-Cicurug berharap agar perbaikan jalan segera selesai. Soalnya, dirinya sangat dirugikan dengan kondisi kemacetan ini.

Sementara itu, di lokasi proyek tak ada pekerja yang memberikan keterangan terkait teknis dan lamanya waktu pengerjaan pembetonan tersebut.

(sule/sir)

  • untung

    jln vital yg seharusnya sdh dilebarkan minimal 100% selain mutunya hrs ditingkatkan

  • Glen Wong

    Klo bgni siapa yg disalahkan??
    Perbaikan itu memang wajib, tapi dipikirkan dulu donk matang2. Gimana solusi kami sebagai pekerja yg harus keluar kota dan para pengguna jalan untuk mencari nafkah?? Apa mereka mau ngasih kompensasi buat kami makan??
    Dan kenapa perbaikan jalan selalu dilakukan di musim hujan? toh klo hujan juga pekerjaannya berhenti…