Wednesday, 15 August 2018

Ratusan Aparat Gabungan Amankan Lokasi Bentrok di Lampung Tengah

Jumat, 28 November 2014 — 13:23 WIB
Foto-Dok.

Foto-Dok.

LAMPUNG (Pos Kota) – Sebanyak 500 personel gabungan Polisi, TNI AD, dan Marinir, dikerahkan untuk menjaga lokasi bentrok antara dua kelompok warga di Dusun II Tanjung Rejo, Kampung Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Jumat (28/11).

“Selain sebagai antisipasi menjaga keamanan di lokasi bentrok, 500 personel gabungan tersebut akan mengawal proses mediasi yang sedang berlangsung disana, hingga kondisinya benar-benar kondusif kembali,”kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih.

Kapolda Lampung, Bupati Lampung Tengah, Kapolres Lampung Tengah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, akan hadir dalam proses mediasi yang akan berlangsung di lokasi bentrok, guna membahas persoalan yang terjadi dan mencari solusi penyelesaian secara baik dan damai.

Proses mediasi juga akan membicarakan bantuan terhadap warga yang menjadi korban rumahnya dibakar akibat bentrok yang terjadi pada Kamis (27/11) sore. Mengenai penyebab bentrok, hingga saat ini pihaknya belum jelas apa persoalannya.

Tetapi, dari informasi sementara yang diterima, pemicunya masih seputar dugaan dua pemuda dari Dusun I Tanjung Rejo, yang hilang selama satu minggu, dan khabarnya ada di Dusun II Tanjung Rejo. Tidak tahu apa sebabnya, warga dari Dusun I tiba-tiba saja melakukan penyerangan dan membakar rumah warga Dusun II.

“Meski demikian, petugas masih melakukan penyelidikan, guna memperjelas apa sesungguhnya persoalan yang terjadi. Selain untuk mengetahui bagaimana penyelesaiannya, upaya tersebut juga diharapkan bisa mencegah terulangnya kembali kesalah pahaman antar warga yang bertikai dan di harapakan bisa berdamai kembali seperti sediakala,”ungkap Sulistyaningsih.

Sejak Kamis (2711) sore hingga malam, lokasi bentrok langsung di pagar betis oleh ratusan personel gabungan, sehingga sulit untuk mendapatkan informasi terkait kejelasan penyebab bentrok antar warga. Menurut masyarakat diduga, karena di Di Dusun II sering terjadi pencurian motor, dan pelakunya tertangkap warga.

(koesma/sir)