Thursday, 20 September 2018

Siswa Bersatupadu `Bersih-Bersih` Sekolah Rawan banjir

Minggu, 30 November 2014 — 12:59 WIB
Foto- Camat Tebet, Mahludin (tengah, kaos putih dan bertopi), Kasie Dikmen Kecamatan Tebet, Sularno (paling kiri) bersama siswa dan guru saat deklarasi Posko Banjir Kecamatan Tebet diikuti kerja bakti oleh 200 siswa SMA dan SMK se-Kecamatan Tebet dipusatkan di SMA 8, Minggu (30/11). (rachmi)

Foto- Camat Tebet, Mahludin (tengah, kaos putih dan bertopi), Kasie Dikmen Kecamatan Tebet, Sularno (paling kiri) bersama siswa dan guru saat deklarasi Posko Banjir Kecamatan Tebet diikuti kerja bakti oleh 200 siswa SMA dan SMK se-Kecamatan Tebet dipusatkan di SMA 8, Minggu (30/11). (rachmi)

ANCAMAN banjir masih menghantui Jakarta Selatan termasuk di Kecamatan Tebet. Salah satunya gedung SMA Negeri 8 Bukit Duri yang setiap tahun langganan banjir. Padahal mulai Senin (1/12) seluruh siswa SMA dan SMK akan mengikuti ulangan umum semester ganji.

Sebagai wujud kepedulian sosial dalam meringankan beban siswa yang sekolahnya rawan banjir, sekitar 95 siswa dari 19 SMA negeri dan swasta bersama siswa SMK negeri dan swasta bersatu padu membersihkan area SMA 8.

Aksi bersih-bersih sekolah dan lingkungan sekitarnya ini dikordinir Kepala Seksi (Kasie) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kecamatan Tebet, Sularno dan dihadiri Camat Tebet, Mahludin, Lurah Bukit Duri, Mardi Youce beserta jajaran teras Pemko Jaksel. Di antaranya Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jaksel, Maspud.

Sejak pagi puluhan siswa tersebut tanpa dikomando gerak cepat membersihkan meja belajar dan menyapu di ruangan kelas. Serta berbagai sudut sekolah dan halaman yang pada Rabu (26/11) kebanjiran hingga 60 sentimeter akibat meluapnya Sungai Ciliwung.

“Kami senang bisa meringankan sesama teman yang sekolahnya rentan banjir dengan kerja bakti ini. Apalagi Senin (1/12) seluruh siswa SMA dan SMK akan mengikuti ulangan umum semester ganjil,” kata Susanto, siswa SMA 26 yang bersama teman-temannya bersemangat membuat kinclong kawasan SMAN 8, Minggu (30/11).

Sularno, Kasie Dikmen Kecamatan Tebet menjelaskan sebelumnya puluhan siswa bersama aparat yang dipimpin Camat Tebet menghadiri pencanangan Posko Banjir di kantor Seksi Dikmen Kecamatan Tebet di kawasan Manggarai Utara.

Di posko tersebut juga mencakup posko kesehatan, dapur umum dan persediaan logistik untuk membantu siswa korban banjir maupun masyarakat pada umumnya.

“Pembentukan Posko Banjir ini sesuai instruksi Kepala Dinas Pendidikan DKI dan Kasudin Dikmen Jaksel untuk secara periodik dan insidentil melaporkan kondisi sekolah rawan banjir agar meminimalisir berbagai gangguan yang menghambat proses belajar mengajar,” ujarnya.

Terkait kerja bakti yang melibatkan para siswa SMA dan SMK se-Kecamatan Tebet kata Sularno bertujuan menggalang kepedulian sosial, empati dan simpati dari para siswa kepada sesama rekannya yang sekolahnya di lokasi banjir. Di Kecamatan Tebet, ada 2 sekolah rawan banjir yakni SMA 8 dan SMA 37. Namun yang terparah SMA 8 karena lokasinya rendah.

Camat Tebet, Mahludin memberi apresiasi khusus atas kepedulian para siswa yang tergerak untuk ikut membersihkan sarana belajar di SMA 8.

Sedangkan di lingkungan sekitar sekolah yakni di Jl Bukit Duri Utara, Mahludin mengerahkan 100 personil untuk membersihkan rumput ilalang di sepanjang rel, menguras saluran yang mampet dan memangkas pepohonan yang sudah rindang.

“Kerja bakti yang melibatkan siswa antar sekolah harus lebih digenjot untuk meningkatkan solidaritas sosial antar teman, menjalin silaturahmi dan yang terpenting mencegah tawuran ataupun aksi kekerasan (bullying),” seru Mahludin.

(rachmi/sir)