Tuesday, 20 November 2018

Bayi Ditolak RSCM Dirawat di RSUD Koja

Selasa, 2 Desember 2014 — 16:45 WIB
Bayi Firdaus yang menjalani perawatan dengan Inkubator di RSUD Koja

Bayi Firdaus yang menjalani perawatan dengan Inkubator di RSUD Koja

KOJA (Pos Kota) – Muhammad Firdaus, bocah yang sempat ditolak di RSCM karena tidak memiliki kartu BPJS akhirnya dipindah dari Puskesmas Kecamatan Koja, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara. Pemindahan dilakukan agar bocah yang dilahir mengalami kelainan sejak lahir itu dapat dipantau dan mengobeservasi kelainan lain yang mungkin diderita.

Saat ini, Muhammad Firdaus dilahirkan  Minggu (30/11) dalam keadaan ‘konginetal multi organ’ ini dirawat di ruang NICU RSUD Koja. Bayi tersebut terlahir dengan kondisi tangan kiri tidak memiliki 3 jari, kaki kanan tidak memiliki tapak dan kulit kepalanya  mulai dari ubun-ubun hingga belakang tidak terbentuk dengan sempurna dan tulangnya lembek.

Muhammad Firdaus dilahirkan pukul 16.05, karena saat lahir tidak normal maka sang bayi oleh pihak Puskesmas Koja, dirujuk ke RSUD Koja. Namun, karena di rumah tersebut peralatan dinilai kurang akhirnya dirujuk  ke RSCM. Tapi sesampainya di RSCM karena tidak memiliki kartu BPJS akhirnya bayi dikembalikan lagi ke Puskesmas Koja untuk menjalani perawatan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Koja, dr. Theryoto, mengakui saat ini bayu Muhammad Firdaus menjalani perawatan di RSUD Koja. Pemindahan ini dilakukan karena fasilitas di Puskesmas memadahi. Sedangkan kelainan bawaan yang bawa sejak dilahir, sangat membutuhkan perawatan dan observasi secara intensif.

“Memang sejak semalam, Muhammad Firdaus kami bawa ke RSUD Koja, karena kelainannya yang dialaminya itu membutuhkan perawatan dan obeservasi khusus. Selain itu kita juga mewaspadai ada kelainan dibagian dalam tubuh, terutama bagian kepala,” ujarnya, Selasa (2/12).

Diakui Theryoto, dua hari lalu pihak Puskesmas Kecamatan Koja sempat merujuk Firdaus keRSUD Koja. Namun karena keterbatasan tenaga ahli dan peralatan medis, bayi tersebutkan dirujuk ke RSCM untuk menjalani perawatan.

“RSUD Koja, inikan hanya type B dan belum punya tenaga spesialis anak perimatologi (melahirkan tidak normal). Makanya kita rujuk ke RSCM, dengan harapan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut,” ujarnya.

Namun, sesampainya RSCM, pihak rumah sakit menyatakan kalau kondisi bayi tidak dalam keadaan darurat dan hanya perlu mendapatkan perawatan intensif. Akhirnya bayi Firdaus kembali dibawa ke Puskesmas. Tapi sesat menjalani perawatan di Puskesmas, Firdaus akhirnya dibawa ke RSUD Koja perawatan lebih baik dan mudah dilakukan observasi.

“Di RSUD Koja, kami utamakan perawatan terlebih dahulu, terkait dengan biaya belakangan. Bayi Firdaus menjadi tanggung Pemprov DKI,  sedangkan BPJS saat ini sudah selesai dibuat. Terkait dengan penanganan di RSCM silahkan dikonfirmasi langsung ke sana,” tandasnya. (wandi)

  • borohol

    Harusnya semua Rumah Sakit punya prinsip seperti itu apalagi rumah sakit pemerintah, utamakan dulu perawatan untuk keselamatan pasen, harusnya dengan kejadian ini menteri kesehatan mengambil tindakan tegas terhadap RSCM.

  • Arya

    Subhanallah…. malang sekali kamu nak… semoga Allah memberikan kesembuhan padaMu..