Wednesday, 21 August 2019

Sejumlah Senjata Tajam Disita

Timsus Polresta Depok Amankan Remaja Tawuran

Selasa, 2 Desember 2014 — 10:35 WIB
Foto-Dantim Timsus Polresta Depok, IPDA Winam (kiri) bersama Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu mengamankan puluhan remaja beserta senjata tajam saat akan tawuran. (Angga)

Foto-Dantim Timsus Polresta Depok, IPDA Winam (kiri) bersama Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu mengamankan puluhan remaja beserta senjata tajam saat akan tawuran. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Tim khusus (timsus) Polresta Depok, pimpinan Ipda Winam, berhasil mengamankan 22 pelaku tawuran serta menyita sejumlah senjata tajam dari berbagai lokasi di wilayah Depok, Jawa Barat.

“Penyisiran kami di Jalan Margonda depan Depok Mal, anggota berhasil mengamankan 19 remaja berserta enam senjata tajam serta dua unit motor yang ditinggal pelaku di jalan. Dari Jalan Keadilan Ujung, Bhakti Jaya, Sukmajaya, anggota mengamankan tiga remaja yang sedang nongkrong membawa tiga senjata tajam jenis gancu dan celurit,”ujar Komandan tim khusus (Dantimsus) Polresta Depok, Ipda Winam kepada Pos Kota, Selasa (2/12).

Winam mengatakan operasi cipta kondisi antisipasi premanisme ini digelar dinihari tadi. “Penyisiran dilakukan dari adanya laporan warga yang resah sering terjadi tawuran antar warga kampung dengan usia pelaku masih remaja,”ungkapnya.

Untuk pelaku yang diamankan, lanjut Winam, pihaknya telah menyerahkan 22 remaja yang tertangkap beserta senjata tajam ke Mapolsek Beji dan Sukmajaya.

“Kami hanya mengamankan. Untuk proses selanjutnya biar diserahkan ke polsek masing-masing yaitu Beji dan Sukmajaya. Senjata tajam berbagai jenis seperti pedang, gir, gancu, dan golok yang berhasil disita juga diserahkan untuk diproses lebih lanjut,”ungkap mantan Kapospol Pelni Sukmajaya ini.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Depok, Kompol Tri Yulianto, menambahkan pembentukan timsus ini adalah sebagai anggota penggebrak reaksi cepat dalam permasalahan gangguan aksi premanisme dan kejahatan jalanan seperti trek-trekan balap liar.

“Total anggota 15 orang sudah dibekali dengan kemampuan khusus dalam penanganan masalah premanisme di jalan. Selain itu ditambah peralatan taktis seperti senjata laras panjang dan senjata gas air mata juga disediakan,”ungkapnya. “Operasi ini akan digelar rutin setiap malam minggu. Dan dihari – hari tertentu patroli antisipasi terjadi aksi tawuran dan premanisme.”

(angga/sir)

 

 

Foto- Komamandan Timsus Polresta Depok, Ipda Winam (kiri) bersama Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu mengamankan puluhan remaja beserta senjata tajam saat akan tawuran. (angga)

  • Ben Syafiq

    Tawuran semacam itu sudah merajalela dimana mana.
    Tampaknya sampai saat ini Polisi belum ada tindakan serius
    untuk menghentikan adanya tawuran seperti itu.
    Baru Timsus Polresta Depok yang mengawali,
    bisa mengamankan puluhan remaja yang mau atau pelaku tawuran.
    Pola tindak Polisi masih bersifat penghalauan saja,
    sehingga bagi para pelaku tidak ada sama sekali efek jera.
    Konsep penanganan ini sepeerti apa, juga belum tampak
    ada penerapan yang signifikan.
    penanganannya belum bisa diharapkan bisa menuntaskan.
    Tampaknya perlu tindakan yang cepat dan tepat.