Sunday, 24 June 2018

Tak Jadi Ketua Indonesia Tapi 2 Kali Ketum Golkar

Rabu, 3 Desember 2014 — 6:19 WIB
Ucha-3Des

LEWAT posisi Ketum Golkar, Aburizal Bakri (ARB) berharap bisa jadi Ketua Indonesia alias presiden RI. Tapi karena bukan milik, yang jadi justru Jokowi setelah berebut dengan Prabowo lewat Pilpres. Sedangkan ARB, cari dukungan Capres saja tak laku. Maka agar tetap eksis dan tidak tenggelam, dia pertahankan posisi Ketum Golkar apapun caranya.  Keren kan? Gagal jadi Ketua Indonesia, tapi kan dua kali jadi Ketum Golkar. Dari sinilah, kemungkinan besar Eyang ARB mau nyapres lagi di tahun 2019.

Sejak berdirinya Golkar di tahun 1964, belum ada ceritanya Ketum Golkar menjabat dua priode. Tetapi di tangan ARB ceritanya jadi lain. Tak peduli bagaimana caranya, dia berhasil pertahankan posisinya, untuk priode kedua lima tahun ke depan. ARB merupakan Ketum Golkar yang ka-9, yang menjabat dua kali, meski nyapres saja tidak ada yang ngreken. Kata orang Jawa, Bung Ical ical seestu (hilang sungguhan) dalam percaturan Pilpres.

Kenapa dia masih berambisi jadi Ketum Golkar, meski prestasinya mlenyek? Kemungkinan besar karena ingin menebus kekalahannya di Pilpres 2014. Jika dia tidak raih kembali itu posisi Ketum Golkar, praktis namanya akan tenggelam. Kalau pun dikenang, paling banter sebagai pengusaha Lumpur Lapindo yang bikin rusak lingkungan di Sidoarjo.

Beredarnya rekaman suara Nurdin Halid sebagai Timses-nya ARB, menunjukkan betapa Ketum Golkar itu menghalalkan segala cara untuk meraih kembali posisinya di periode kedua. Dari suara rekaman itu terlihat jelas, bagaiamana cara-cara di PSSI kini diterapkan untuk menjawab ambisi ARB. Dalam rekaman itu Nurdin Halid mengakui, cara itu licik tetapi manjur untuk memenangkan pertandingan.

Lewat Munas akal-akalan di Bali, ARB berhasil menang aklamasi sebagai Ketum Golkar priode yang kedua. Banyak “utang” atau janji yang gagal dipenuhi selama priode pertamanya. Mungkinkah ARB bisa melunasi “utang-utang”-nya itu di jabatannya yang kedua? Rasanya itu bukan tujuan. Yang penting, gagal jadi Ketua Indonesia, tapi kan berhasil jadi Ketum Golkar yang kedua kalinya. Lewat posisi ini dia berusaha mempertahankan popularitasnya, sehingga peluang nyapres Eyang ARB di 2019 masih terbuka. – gunarso ts

  • usmah

    Golkar ?????? emang gua pikirin !!!!!!!