Thursday, 19 September 2019

Kemenpar Sediakan Digital Media Sebagai Promo Pariwisata

Kamis, 4 Desember 2014 — 11:02 WIB
Foto- Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rakor Pemasaran Pariwisata 2014 di Jakarta.(lina)

Foto- Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rakor Pemasaran Pariwisata 2014 di Jakarta.(lina)

JAKARTA (Pos Kota) – Untuk menggemakan dan mempromosikan pariwisata Indonesia,Kementerian Pariwisata akan sediakan digital media.

“Semua akan masuk ke dalam tv online media di Wonderful Indonesia, saya akan menyediakan digital media. Saya ingin lebih fokus pada promotion, karena lebih ke wisman harus ada versi bahasa Inggris, gambar dan sedikit teks karena ingin membawa wisata mendunia. Target kita Korea, China, Rusia. Media promosi dua bahasa,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai mengikuti Rakor Pemasaran Pariwisata 2014 di Jakarta Pusat.

Kata dia ingin menjadikan media itu subyektifitas karena target pertama adalah adalah penambajan 20 persen dari total target 20 juta kunjungan wisman pertahun.

“Tanggal 23 Desember kita akan lounching branding wonderful Indonesia lalu semuanya melalui e pariwisata atau digital marketing, akan ada tv version, e commerce bisa booking dan payment sehingga bisa membuat budjet appoinmentnya dengan adanya data analitik akan jauh lebih bagus,” ujarnya.

“Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai “country branding” wajib digunakan. Selain itu masih diperbolehkan untuk membuat “destination branding” di masing-masing destinasi yang digunakan bersama-sama dengan branding “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia”.dengan menggunakan minimal 20% branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” dan maksimal 80% branding destinasi, promosi paket-paket destinasi, serta mendukung upaya promosi melalui pemberitaan yang positif.

Secara umum ada empat aspek di pariwisata, masing-masing 25 persen pentingnya. Pertama destinasi, kedua marketing, ketiga regulasi, keempat destinasi. Semua bisa dinikmati dan itu yang namanya produk. Ketika ada destinasi yang belum dinikmati, maka belum bisa dibilang destinasi wisata.

“Kita harus berhasil di awal. Tahun pertama tidak boleh gagal, pesona Indonesia harus baik, telkom akan dipasang wondeful Indonesia, garuda pun demikian maka itu akan menjadi re branding pariwisata Indonesia,”papar Menpar.

Destinasi katanya sesuatu yang indah asal bisa diakses dengan baik maka akan dapat prioritas utama maka harus ready infrastruktur baik, kalau empat-empat nya besar maka harus baik. Turis harus dilayani dengan baik, maka faktor pelayanan harus bermutu, pelayanan visa harus diperbaiki karena bila pelayanan baik maka hasilnya akan baik.

Target pariwisata di akhir 2019 akan memberikan dampak “tangible” dalam bentuk sumbangan kepada PDB Nasional sebesar 8 %, devisa sebesar Rp 240 triliun, dan menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang. Pariwisata juga akan memberikan dampak “intangible” pada masyarakat Indonesia yakni lebih sejahtera dan bahagia, menghargai keanekaragaman budaya nusantara dan hidup rukun saling menghormati satu dengan yang lainnya.

“ Saya berharap tahun depan akan memenuhi pesona serta Wonderful Indonesia. Ada lagi spirit of Bali, semua promosi dalam negeri akan dibuat, China dan Tiongkok tahu Indonesia dari internet dan itu ada 75 persen, kita akan fokus di IT dengan manfaat yang luas,”pungkasnya.

(lina/sir)