Saturday, 24 August 2019

Meningkat, Kasus Narkoba di Wilayah Lampung

Jumat, 5 Desember 2014 — 16:32 WIB
Ilustrasi pemakaian narkoba. (ist)

Ilustrasi pemakaian narkoba. (ist)

LAMPUNG (Pos Kota) – Direktorat Narkoba Polda Lampung mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba meningkat di wilayah ini.

“Hasil itu dari pengungkapan kasus selama 11 bulan January-November 2014, tahun ini meningkat dibanding duatahun sebelumnya yakni, tahun 2012 sebanyak 644 kasus dengan 999 tersangka, dan tahun 2013 sebanyak 815 kasus dengan 1.218 tersangka,”kata Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol. Edi Swasono, Jumat (4/12).

Meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba menurut Edi, panggilan akrab Edi Swasono, karena penggunanya bukan hanya orang-orang berduit saja, melainkan merambah di semua kalangan.

Berdasarkan data yang dihimpun di Ditnarkoba Polda Lampung sebanyak 212 kasus, Polresta Bandarlampung sebanyak 220 kasus, Polres Lampung Selatan134 kasus, Polres Lampung Utara sebanyak 67 kasus, Polres Metro sebanyak 37 kasus, Polres Lampung Tengah sebanyak 69 kasus, Polres Tulangbawang sebanyak 43 kasus, Polres Lampung Timur sebanyak 37 kasus, Polres Tanggamus sebanyak 38 kasus, Polres Lampung Barat sebanyak 10 kasus, Polres Waykanan sebanyak 21 kasus dan Polres Mesuji sebanyak 23 kasus.

Mengenai 1.243 tersangka yang diamankan yakni, Pelajar sebanyak 37 tersangka, Mahasiswa sebanyak 36 tersangka, Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 26 tersangka, Wiraswasta sebanyak 410 tersangka, Swasta sebanyak 321 tersangka, Buruh sebanyak 279 tersangka,  Tunakarya sebanyak 114 tersangka, Narapidana 10 tersangka, Anggota TNI 1, Anggota Polri sebanyak 5 tersangka, dan anggota DPR/DPRD sebanyak 4 tersangka. Tersangka tersebut merupakan, bandar, pengedar maupun pengguna narkoba.

Sementara untuk barang bukti yang berhasil disita yakni, ganja seberat 4.896 Kg, 22 batang pohon ganja, putau seberat 0,3 gram, exstacy sebanyak 72.435 butir, sabu-sabu seberat 19 Kg, happy five sebanyak 48.611 butir.

Tidak hanya narkoba, petugas juga telah menyita obat-obatan berbahaya lainnya seperti, obat kosmetik sebanyak 36 krim doctor dan 3 butir Ponstan, 5 kotak jamu dan 12 kotak pil KB.

Sebagai pintu masuk dan pintu keluar pulau Sumatera, tingakat peredaran narkoba wilayah Hukum Polda Lampung, merupakan Provinsi nomor empat tertinggi setelah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur, dan Polda Sumatera Utara.

“Dari seluruh narkoba yang di sita Ditnarkoba Polda Lampung dan Jajaran, terbanyak berasal dari luar daerah,”ungkap Edi Swasono.(Koesma/d)