Friday, 23 August 2019

Demo Memprotes Pencekikan oleh Polisi Kulit Putih Meluas di Amerika

Sabtu, 6 Desember 2014 — 9:13 WIB
Eric Garner Protest NY

CHICAGO – Demonstransi-demonstrasi besar akibat tewasnya tukang rokok kulit hitam, yang dicekik oleh polisi kulit putih di New York, makin meluas, hingga ke Boston, Philadelpha, Baltimore dan Detroit.

Ribuan pemrotes yang marah berbaris di kota-kota seluruh Amerika menentang keputusan dewan juri untuk tidak mendakwa seorang polisi kulit putih kota New York atas kematian tercekik seorang pria kulit hitam yang tidak bersenjata.

Peti-peti jenazah yang terbuat dari kardus yang ditulisi dengan cat nama-nama korban yang tewas oleh polisi berbaris di kiri kanan demonstran.

Polisi Chicago menjaga supaya demonstran tidak mengganggu pertandingan football liga Amerika NFL. Siswa SMA Denver keluar dari ruang kelas mereka.

Pembebasan polisi yang membanting dan memiting leher Eric Garner, 43, pedagang rokok ilegal di Staten Island, New York, hanya selang dua minggu setelah pengadilan Ferguson membebaskan polisi kulit putih, Darren Wilson, 28,  yang telah menembak pemuda kulit hitam, Michael Brown, 18.

Eric Garner Protest NY2

Mengutip ucapan terakhir Eric Garner, saat dipiting lehernya, pendemo yang solider berbaring dengan memamerkan tulisan “Saya tidak bisa bernafas” – Reuters.

Keputusan yang nyaris identik dengan vonis Ferguson itu, kembali menyulut demonstran turun ke jalanan yang sementara ini berlangsung dengan damai. Penduduk New York yang marah berbaris Kamis (4/12) melalui Manhattan dan menyeberang East River ke Brooklyn, tempat mereka mengadakan aksi tergeletak di sebuah jalan kota itu.Di sekitar Grand Central Terminal, Times Square dan dekat Rockefeller Center aksi demonstrasi memacetkan lalu lintas. Para pemrotes menuntut ditegakkannya hukum dan proses pengadilan bagi pelaku kejahatan pembunuhan.

MASALAH SEPELE

Polisi kulit putih yang mencekik hingga tewas warga kulit hitam Eric Garner gara-gara masalah sepele . Garner, ayah enam anak, penderita penyakit asma dituding berjualan rokok secara ilegal di kaki lima New York.

Petugas polisi Daniel Pantaleo mencoba menahan Eric, namun diduga Eric menunjukkan siap melawan. Dibantu beberapa rekannya, polisi Daniel membanting pria tambun seberat 150 Kg ke tanah, menekan kepala dan dadanya dengan brutal, walau korban dengan tersengal sengal sempat menyatakan “Saya tidak bisa bernafas, ” namun polisi yang memitingnya tak peduli, sampai kemudian tubuh Eric Garner tak bergerak lagi dan tewas.

New York Eric Garner

Aksi brutal polisi New York yang menewaskan Eric Garner, 43.

Aksi brutal polisi di tengah kota New York pada pertengahan Juli lalu itu, berlangsung tanpa mempedulikan puluhan pejalan kaki yang lewat yang merekam kejadian menggunakan smartphone mereka.

Dalam waktu singkat, rekaman video ditayangkan sejumlah stasiun televisi dan diunggah serta beredar lewat media sosial.

Juri agung yang menyidangkan kasusnya awal Desember, tanpa mengindahkan barang bukti video tersebut, lagi-lagi memutuskan membebaskan petugas polisi yang diduga melakukan pembunuhan akibat kelalaian.

Di pihak lain departemen kehakiman AS menyatakan, akan menyidik apakah ada pelanggaran hak sipil dalam kasus Garner.

Ayah tiri Garner, Benjamin Carr terus berusaha meredakan kemarahan demonstran kulit hitam. “Saya tidak ingin Ferguson pindah ke sini. Kami ingin perdamaian,” ujar dia. Namun seorang pemrotes Afro-Amerika yang berprofesi pegawai bank mengatakan. “nyawa warga kulit hitam tidak ada artinya di negeri ini”.

Sementara itu Jaksa Agung Federal, Eric Holder mengatakan kepada wartawan di Washington, pihaknya akan melakukan investigasi yang independen, menyeluruh dan adil. “Kami juga akan melakukan kajian menyeluruh pada bahan penyidikan yang dibuat oleh pengusut lokal”, tegas dia.

Para pakar hukum mengatakan, memang tidak ada aturan eksplisit terkait tindakan yang menyebabkan kehabisan nafas. Tapi bisa digunakan regulasi untuk kepolisian New York. Walau petugas bisa mengelak dengan berdalih pelanggaran kecil tidak bisa dianggap sebagai kejahatan. –  berbagai sumber/Dms