Wednesday, 19 September 2018

BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Informal

Sabtu, 6 Desember 2014 — 16:25 WIB
Foto- Kepala Kantor Wilayah BPJS Tenaga Kerja Jawa Barat, Iwan Kusnawan didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta Didi saat menyerahkan sembako murah di acara HUT BPJS Tenagakerja ke 37 di Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (6/12).

Foto- Kepala Kantor Wilayah BPJS Tenaga Kerja Jawa Barat, Iwan Kusnawan didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta Didi saat menyerahkan sembako murah di acara HUT BPJS Tenagakerja ke 37 di Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (6/12).

PURWAKARTA (Pos Kota) – Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat menargetkan kenaikan 5 persen atau 450 ribu kepesertaan BPJS-TK di sektor pekerja informal pada tahun 2015 mendatang.

“Saat ini kepesertaan BPJS-TK untuk sektor informal masih 1 persen dari 9 juta pekerja informal di Jabar. Kita berharap 2015 mengalami penambahan disektor ini menjadi 5 persen,” ujar Kepala Kanwil BPJS-TK Jawa Barat, Iwan Kusnawan, usai membuka kegiatan sembako murah dalam rangka HUT BPJS-TK ke 37 di Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (6/12).

Diungkapkan, pada 2015 lembaganya akan lebih fokus membidik sektor informal ini karena masih banyak pekerja informal yang belum terlindungi BPJS-TK seperti petani,nelayan,sopir dan tukang ojeg.

Diakuinya, sektor pekerja informal memang belum tergarap secara maksimal oleh lembaganya. Hal ini, lanjut dia, karena kurangnya sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Salah satu upaya agar keberadaan BPJS-TK ini sampai ke masyarakat dengan menggalakan sosialisasi di tingkat desa. “BPJS-TK akan menggandeng mitra untuk menyosialisasikan program ini seperti LSM, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda,” ujarnya.

Stategisnya menggeser penjaringan kepesertaan dari kota ke desa ini, lanjut dia, karena masyarakat diperkotaan sudah hampir seluruhnya tercover BPJS-TK. “Tinggal membangun kesadaran masyarakat dipedesaan akan pentingnya terdaftar dikepesertaan BPJS-TK,” imbuhnya.

Iwan menyadari, kendala utama belum seluruhnya masyarakat pada sektor informal menjadi peserta BPJS-TK karena kesadaran dan pengetahuan terhadap BPJS-TK masih rendah.

“Selain faktor itu, perekonomian masyarakat yang tidak tetap juga menjadi kendala,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kakacab BPJS-TK Purwakarta, Didi menyebutkan, terpilihnya Purwakarta sebagai tempat penyelenggaraan sembako murah HUT ke 37 BPJS-TK tingkat Jawa Barat karena Purwakarta memiliki potensi yang belum tergali maksimal.

“Kami memilih Jatiluhur sebagai tempat Bazaar Sembako Murah ini karena 22 ribu pekerja informal sebagai penunggu KJA Waduk Jatiluhur belum terlindungi BPJS-TK. Padahal mereka bekerja dengan tingkat resiko besar,” jelasnya.

Didi mengatakan, lembaganya menyediakan 5000 paket sembako murah untuk masyarakat disekitar Waduk Jatiluhur. Sembako murah itu berisi 5 kg beras, 2 kg gula pasir dan 1 kg minyak dijual Rp 55 ribu. “Harga normal Rp 110 ribu,” pungkasnya.

(dadan/sir)