Sunday, 18 November 2018

Dikenakan Denda Rp150 Ribu

Buang Sampah Sembarangan Diseret Ke Pengadilan

Minggu, 7 Desember 2014 — 9:53 WIB
Foto-Sejumlah warga yang membuang sampah di jalanan dan sungai diadili dalam sidang yustisi di PN Jaksel. (Rachmi)

Foto-Sejumlah warga yang membuang sampah di jalanan dan sungai diadili dalam sidang yustisi di PN Jaksel. (Rachmi)

PASAR MINGGU (Pos Kota) – Peringatan keras bagi warga yang biasa membuang sampah sembarangan. Pemko Jakarta Selatan melalui Operasi Tangkap Tangan kini makin serius menangkapi dan menyeret pembuang sampah itu ke sidang yustisi di Pengadilan Negeri (PN) setempat. Hal ini sebagai efek jera.

“Kami sudah sering memberi sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan, tapi masih saja ada yang membandel. Mereka ini yang kami tangkapi dan kami ajukan ke PN Jaksel sejak November untuk diadili agar kapok,” kata Walikota Jaksel, Syamsuddin Noor didampingi Kasatpol PP Jaksel, Sulistiarto, kemarin.

Lazimnya warga rajin membuang sampah ke sungai, kali maupun saluran sehingga makin berpotensi menyebabkan banjir di musim penghujan seperti saat ini.

Untuk itu petugas bersama sejumlah komunitas pecinta lingkungan dikerahkan di kawasan yang dilintasi aliran Sungai Ciliwung seperti Jagakarsa, Pasar Minggu, Pancoran dan Tebet untuk mencokok warga yang tertangkap tangan membuang sampah ke sungai.

“Petugas juga sigap memburu warga yang membuang sampah di lokasi fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai Perda Nomor 3 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah di DKI,” ujar Syamsuddin.

Dalam sidang yustisi di PN Jaksel akhir pekan lalu, Satpol PP menggelandang 7 warga yang kedapatan membuang sampah dari 74 pelanggar Perda No 8/2007 tentang ketertiban umum.

“Ampun Pak Hakim, saya khilaf dan tobat buang sampah di jalanan. Saya nggak punya duit Rp150.000 untuk bayar denda, tolong saya jangan didenda,” pinta Ny.Sayuti,48, kepada hakim Yanto.

Ibu empat anak ini terjaring Operasi Tangkap Tangan petugas di kawasan Ciputat Raya, Kebayoran Lama. Permintaan Sayuti itu ditolak hakim.

Sulistiarto, Kasatpol PP Jaksel menjelaskan dari 74 perkara hanya dihadiri 55 pelanggar dan sisanya diputus verstek dengan total denda Rp6.055.000.

“Dalam sebulan ini sekitar 30 pelanggar Perda tentang pengelolaan sampah diadili pada sidang yustisi,” imbuhnya.

Rencananya pada 2015 sidang yustisi untuk pembuang sampah akan diadakan dua kali dalam sebulan. (rachmi/yo)

  • Mangap

    Berikutnya harus lebih besar dendanya. kalau tidak nggak akan kapok.