Saturday, 20 October 2018

Berbendara Papua Nugini

Kapal Perang Koarmatim Tangkap 2 Kapal Ikan Asing

Senin, 8 Desember 2014 — 15:36 WIB
Foto- KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355

Foto- KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355

SURABAYA (Pos Kota) – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Abdul Halim Perdanakusuma-355 dibawa kendali Satgas Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Guskamlatim) yang sedang melaksanakan patroli di Perairan Timur Indonesia, berhasil mengamankan dua Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Papua Nugini (PNG) di sekitar Perairan Maluku, Senin (8/12).

Ke dua kapal ikan tersebut, saat ini sedang dikawal menuju Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon.

Ke dua kapal ikan asing yang dipergoki menangkap ikan secara ilegal di perairan yurisdiksi Indonesia itu, yaitu masing-masing KM Century 4, dengan jumlah ABK 45 orang semuanya warga negara asing. Kapal ikan yang memiliki bobot 250 GT dan bertolak dari Pelabuhan Bangkok tersebut, di Nahkodai oleh Thanaphom Pamnisti.

Setelah diadakan pemeriksaan, kapal yang berisi muatan 43 ton ikan campuran itu tidak memiliki surat ijin penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Adapun kapal ke dua, KM Century 7 bobot 200 GT, dengan jumlah ABK 17 orang semuanya warga negara asing. Kapal yang di Nahkodai Thong Ma Lapho ini bertolak dari Pelabuhan Bangkok. Setelah diadakan pemeriksaan, kapal yang berisi muatan 20 ton ikan tersebut Nahkado kapal tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap untuk melaksanakan penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Ke dua kapal ikan asing tersebut tidak dilengkapi dokumen lengkap pada saat menangkap ikan di perairan yurisdiksi Indonesia, maka ke dua kapal tersebut saat ini sedang kita kawal ke Pangkalan TNI AL terdekat, yaitu ke Lantamal IX Ambon.
Kadispenarmatim
Letkol Laut (KH) Abdul Kadir

  • Djono

    Hayoo…. ditenggelamkan,,

  • Arema

    Kapal penangkap ikan yang tertangkap di Australia segera diadili , klo. memang dinyatakan melanggar .kaptennya ditangkap dan DIPENJARA minimal 6 bulan , begitu pula awak kapalnya dibui , Perahu atau kapalnya DIBAKAR , Tak pernah ada protes dari negara asal kapal (perahu) tsb. karana sadar mereka MELANGGAR HUKUM .Indonesia tak usah ragu dan takut , BABAT AJA maling2 ikan yang sejak zaman Suharto , SBY sudah merugikan negara kita triliun2 dollar. Suharto , SBY dan para menterinya pada tidur semua , Harus mempertanggung jawabkan kepemimpinan mereka yang amburadul…..Arema