Tuesday, 17 September 2019

Bertemu Dengan Gubernur Ahok

Hashim Mundur Dari Dewan Pengawas Kebun Binatang Ragunan

Rabu, 10 Desember 2014 — 16:57 WIB
Hashim Djojohadikusumo

Hashim Djojohadikusumo

GAMBIR (Pos Kota) – Hashim Djojohadikusumo secara resmi, mengundurkan diri dari jabatan Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Margasatwa Ragunan (TMR). “Saya barusan bertemu  Gubernur untuk pamit. Terhitung mulai hari ini  tanggal 10 Desember 2014, saya tidak lagi mengemban tugas mengelola Kebun Binatang Ragunan,” ujar Hashim usai bertemu dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Rabu (10/12).

Hashim yang merupakan adik kandung Prabowo Subianto sudah 1,5 tahun melaksanakan tugas tersebut
berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 737 Tahun 2013. “Saya sampaikan kepada Pak Ahok bahwa saya  mundur semata-mata karena kesibukan lainnya yang makin menumpuk,” papar Hashim yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses.

Menurutnya sangat tidak mudah  mengelola kebun binatang seluas 140 hektar dengan koleksi flora fauna Indonesia yang sangat lengkap. “Butuh waktu dan tenaga ekstra,” ujar Hashim menambahkan Kebun Binatang Ragunan  juga berfungsi sebagai  konservasi flora dan fauna Indonesia sekaligus fungsi pendidikan dan rekreasi. “Jadi harus dikelola profesional  agar menjadi ajang rekreasi yang murah bagi rakyat.  Oleh karena itu  mengawasi pengelolaan TMR sebenarnya merupakan sebuah tugas pengabdian yang sangat terhormat,” urainya.

Akan tetapi melihat perkembangan yang ada, kata Hashim,  keterbatasan waktu dan alasan profesional serta operasional tidak ada pilihan lain selain mengundurkan diri. “Ini saat yang tepat dan saya  tak ragu mengundurkan diri karena telah dihasilkan sebuah kesepakatan dalam Dialog Publik mengenai Dasar Pengembangan TMR menuju jenjang berkelas dunia,” jelasnya.

“Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Pemerintahan di bawah kepemimpinan Pak Ahok semoga tetap konsisten menjaga dan mengawal keberadaan TMR dalam fungsi utamanya sebagai lembaga konservasi flora dan fauna Indonesia, fungsi pendidikan, rekreasi, dan lainnya,” tutur Hashim.

Hashim  mengajak keterlibatan semua pemangku kepentingan membantu pemerintah mengembangkan TMR hingga bertaraf internasional dan tetap mendahulukan konservasi kekayaan flora dan fauna Indonesia. (Joko)