Wednesday, 14 November 2018

Pertamina Bakal Naikkan Kembali Harga Gas 12 Kg

Kamis, 11 Desember 2014 — 9:24 WIB
Foto-Gas elpiji 12 Kg.(dok/rihadin)

Foto-Gas elpiji 12 Kg.(dok/rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Pertamina berencana menaikkan kembali harga jual gas elpiji 12 Kg. Karenanya, perusahaan minyak ini akan minta ‘restu’ kepada pemerintah.

“Pasti akan diajukan kepada pemerintah,” kata Adyatma Sardjito, Manager Media Pertamina kepada Pos Kota, Kamis (11/12).

Sebab kenaikan harga gas elpiji 12 Kg sudah diagendakan setiap enam bulan sekali. Namun, ia mengaku belum tahu berapa besaran kenaikan harga yang akan diajukan kepada pemerintah.

Yang jelas, ia menambahkan kenaikan harga gas elpiji 12 Kg sebesar Rp1.500/Kg atau Rp18 ribu/tabung pada September lalu masih jauh dibawah harga keekonomian.

Sehingga harga gas elpiji 12 Kg di tingkat agen naik dari Rp92.800 menjadi Rp114.300/tabung.

Dengan naiknya harga pada September lalu, harga eceran gas elpiji 12 Kg di eceran atau warung berkisar Rp122 ribu/tabung.

Pertamina mengklaim kenaikan harga gas elpiji 12 Kg pada September lalu hanya mengurangi keĀ­rugian Rp452 miliar pada 2014.
Dari prognosa kerugian semula Rp6,1 triliun menjadi Rp5,7 triliun dengan proyeksi tingkat konsumsi elpiji 12 Kg sebanyak 907.000 ton.

(setiawan/sir)

  • warga

    omong kosong rugi… sini gw audit kl kenyataan banyak uang setannya mo bayar gw berapa pertamina ?!

  • nardiciputat

    Dampak dari miskin ilmu, miskin pengetahuan, miskin teknologi, miskin ketrampilan, miskin harta cenderung menjadikan seseorang kufur. Dalam rangka memenuhi hajat hidup orang banyak, hendaknya Negara dalam hal ini Pemerintah( Pertamina/ BUMN-BUMD ) tidak berfikir perihal untung atau rugi. Yang dikedepankan adalah bagaimana bisa untung semua, bagaimana bisa baik semua, bagaimana bisa jalan semua, bagaimana bisa lancar semua. Rasa itu dinaikkan dan diturunkan, dalam kondisi ekonomi masyarakat seperti ini layakkah kalau kebutuhan gas elpiji dinaikkan…

  • karedok

    harus di audit oleh konsultan independent itu spt pernah tahun 1994 diaudit oleh Price Waterhouse Cooper ditiemukan pembengkakan biaya produksi 43 Trilyun di tubuh Pertamina