Wednesday, 23 May 2018

Partai Demokrat Non Blok, Karena Blokir Megawati

Sabtu, 13 Desember 2014 — 1:13 WIB
Ucha-13Des

BANYAK peristiwa politik yang menggiring Partai Demokrat merapat ke KIH. Sayangnya, karena ada Megawati di seberang sana, langkah itu selalu terganjal. Demokrat –tepatnya SBY– juga jaga gengsi jika ngemis-ngemis. Maka ketika KIH-KMP sudah sepaham dalam soal Perppu Pilkada, Demokrat pun tak jadi merapat ke KIH, bahkan bersikap non blok; tidak ke KIH maupun KMP. Padahal sesungguhnya, gara-gara “blokir” Megawati, Demokrat jadi bersikap netral.

Baik Megawati maupun SBY kini sudah sama-sama orang biasa, tidak punya kekuasaan. Tapi akibat persaingan kekuasaan di masa lalu, Megawati terus saja menutup pintu islah bagi SBY. Mantan Presiden ke-6 RI itu sudah mencoba mendekati Mega lewat orang-orang dekatnya, tapi selalu gagal. Gara-gara sikap kemingsun (sombong) Mega inilah, “senjata” Demokrat yang bisa menguntungkan KIH, selalu tak jadi diberikan.

Saat voting RUU Pilkada akhir September lalu misalnya, Partai Demokrat siap membantu kemenangan KIH. Tapi karena Megawati Ketum PDIP “dingin” saja, akhirnya Demokrat pilih WO. Lalu saat Puan Maharani berambisi jadi Ketua DPR, niat baik Demokrat untuk merapat ke KIH juga tak direspon, sehingga akhirnya Setyo Novanto yang naik. Terakhir soal Perppu Pilkada, lagi-lagi Demokrat ingin merapat ke KIH, tapi juga lagi-lagi Mega selaku juragan KIH menangapi “dingin”. Untungnya, kini KMP pun sudah satu sikap dengan KIH soal Perppu Pilkada.

Sepertinya pintu islah SBY kepada Megawati sudah kadung “diblokir” oleh sang pendendam.  Karena sikap itu pula, SBY selaku Ketum Demokrat menegaskan, partainya kini dalam posisi non blok, tidak condong ke KIH maupun KMP. Intinya Demokrat akan tetap teman seperjuangan dengan KIH maupun KMP, sepanjang mereka condong kepada rakyat.

Istilah “non blok” mengingatkan kita pada non bloknya Bung Karno saat terjadi perang dingin antara AS dan Uni Soviet. Dikaitkan dengan kondisi KMP dan KIH kini, mana kira-kira yang mirip-mirip Uni Soviet itu? KIH atawa KMP? Perang dingin AS-Soviet selesai ketika Uni Soviet bubar. Jika koalisi Gerindra dengan PAN, Golkar, PKS, PPP itu nantinya bubar sebagaimana prediksi banyak kalangan, berati KMP-lah yang bernasib mirip Uni Soviet? – gunarso ts