Tuesday, 23 July 2019

Komunitas Muslim Australia Terkejut dan Mengecam

Senin, 15 Desember 2014 — 17:49 WIB
Komunitas Muslim Lebanon di Australia-ABC

SYDNEY – Komunitas Muslim Australia di Sydney menyampaikan keprihatinannya dan cemas atas peristiwa penyanderaan di kafe Lindt di Sydney karena individu menggunakan realitas spiritual untuk “agenda politik sesat”.

Aftab Malik, dari Asosiasi Muslim Lebanon di Lakemba di Sydney Tenggara, mengatakan dia terkejut dengan apa yang telah terjadi. “Reaksi saya adalah shock, horor, kengerian dan keprihatinan yang mendalam,” kata Malik.

“Saya merasa komunitas Muslim telah menghadapi serangkaian peristiwa malang, “ katanya, sedih.

“Seperti orang lain di sini, kami sangat prihatin. Bagaimana hal itu bisa terjadi. Kemungkinannya adalah iman mereka telah diseret melalui lumpur oleh sekelompok orang muda yang tidak mewakili siapa pun, kecuali diri mereka sendiri,” katanya, mendesah.

Malik mengatakan, kini komunitas Muslim dan masyarakat luas harus menunggu kejelasan lebih lanjut. “Kami memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban dan kita harus bersabar dan membiarkan fakta keras yang muncul sebelum kita melompat ke satu kesimpulan,” katanya.

“Kita harus menghindari spekulasi liar dan menggunakan bahasa yang sensitif untuk menghindari ketegangan yang meningkat,” ujarnya.

BENDERA HITAM

Aftab Malik mengatakan bendera hitam yang digunakan dalam situasi penyanderaan yang terkandung kesaksian iman setiap Muslim.

“Kalimat Syahadat itu secara harfiah berarti kesaksian iman dan Muslim percaya itu sebagai kebenaran transendental,” katanya.

Bendera ditampilkan selama pengepungan di sebuah kafe Sydney bukanlah satu sama yang digunakan oleh kelompok teroris Negara Islam.

“Mereka menggunakan realitas spiritual yang sangat kuat dan sedang disalahgunakan untuk agenda-agenda politik sesat mereka, “ katanya.

“Apa yang kami lihat adalah sekelompok orang mencoba untuk membuat Islam menjadi identik dengan barbarisme dan kematian, “ tambahnya.

“Mereka orang-orang bangkrut yang menggunakan cita-cita spiritual yang sangat luhur untuk membenarkan dan mendukung cara-cara sesat mereka.”

Lakemba

Komunitas muslim di Lakemba – Sydney

TAK MENYANGKA

Arman Rahman, seorang warga Muslim di Lakemba – Sydney, mengatakan, ia merasa ngeri ketika mendengar berita pagi ini. “Saya terkejut,” katanya. “Tampaknya nyata bahwa hal semacam ini bisa terjadi di Australia.”

Rahman mengatakan dia berharap masyarakat tidak akan target atau penghakiman Muslim Australia sebagai hasil dari apa yang terjadi. “Ada kemungkinan intoleransi sebagai hasilnya,” katanya.

“Saya pikir Australia jauh lebih toleran. Kita memiliki budaya dan agama di sini jadi kita akan menghadapinya sebagai komunitas yang bersatu yang berbeda.”

Warga Lakemba lain mengatakan tindakan individu tidak mewakili orang-orang dari agama Islam. “Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang. Agama Islam tidak mengizinkan semacam seperti tindakan, jadi apa yang bisa saya katakan yang bahwa itu benar-benar salah. Seharusnya tidak dilakukan,” katanya.

Shahen mengatakan ia berada di kota itu ketika situasi penyanderaan berlangsung. “Saya berada di kota dan saya tidak bisa percaya apa yang terjadi,” katanya. “Ini sulit dipercaya.”

Ayah empat anak itu mengatakan insiden itu akan merusak reputasi komunitas Muslim Australia. “Komunitas Muslim yang baik dan kami benar-benar tidak setuju dengan apa yang orang-orang jahat lakukan,” katanya.

“Mereka adalah orang-orang yang buruk, itu tidak baik sama sekali.” – ABC/d