Wednesday, 21 November 2018

WNA Bisa Jadi Dirut BUMN , Itu Merendahkan Martabat Bangsa

Selasa, 16 Desember 2014 — 21:27 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri BUMN Rini Soemarno membuka peluang warga negara asing menjadi Direktur Utama di BUMN. Kebijakan ini sama saja merendahkan martabat dan meremehkan kemampuan bangsa sendiri.

Kalangan DPR menilai pernyataan Rini menunjukkan tidak ada semangat memperbaiki warga bangsa sendiri. “Saya sangat menyesalkan usulan tersebut. Kini semakin jelas Rini Soemarno bekerja untuk siapa,” kata Ketua Komisi VI DPR Ahmad Hafisz Tohir, di Jakarta, Selasa (16/12).

Menurut Hafisz, usulan warga negara asing (WNA) yang berpeluang menjadi Dirut BUMN, tidak mempertimbangkan kepentingan membangun manusia Indonesia. Bahkan, lanjutnya, sama artinya menjual negara ini kepada asing. “Kita telah kehilangan ruh perjuangan 45, dan tidak berpijak kepada UUD 1945,” serunya.

SEPAK TERJANG

Bukan itu saja, Hafisz membuka sepak terjang Rini Soemarno. “Dulu juga sewaktu dia menjabat Dirut Astra Motor, Indonesia tidak kesampaian membuat mobil nasional karena Jepang masuk dan menghalangi secara industri melalui kepanjangan tangan Toyota Jepang di Astra Indonesia,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan tidak menutup kemungkinan direktur perusahaan pelat merah berasal dari negara lain. Orang asing, kata Rini, bisa menjadi petinggi perusahaan milik pemerintah itu jika sudah lolos seleksi yang ditetapkan Kementerian BUMN.

“Bisa saja CEO BUMN orang asing. Tapi, kami prioritaskan yang dari dalam negeri. Apa iya orang Indonesia nggak ada yang mampu?” kata Rini, Senin (15/12).

Rini beralasan, perusahaan BUMN membutuhkan ahli untuk memimpin perusahaan tersebut. Tahun depan, akan ada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan tiap perusahaan harus siap menghadapi pasar bebas itu. (winoto)