Tuesday, 18 September 2018

Terpidana Mati Dieksekusi Bulan Ini Jadi Enam Orang

Jumat, 19 Desember 2014 — 0:13 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung memastikan enam terpidana mati siap dieksekusi, akhir bulan ini 2014.”Satu terpidana lagi, baru masuk dari Pidana Umum (Pidum). Jadi, jumlah terpidana mati yang siap dieksekusi menjadi enam orang,” kata Kapuspenkum Tony Tribagus Spontana di Kejagung, Kamis (18/12) petang.

Namun, Tony belum dapat menjelaskan lebih lanjut identitas tambahan satu terpidana mati tersebut, tapi yang pasti semua persyaratan yuridis sudah memenuhi syarat untuk dieksekusi mati.

“Saya hanya mengingatkan, jumlah pasti terpidana mati yang akan dieksekusi bisa bertambah. Keenam terpidana ini sudah memenuhi aspek yuridis untuk dieksekusi,” jelas Tony.

Sesuai dengan ketentuan perundangan, eksekusi mati baru dapat dilakukan, jika sudah mengajukan peninjauan kembali (PK) dan grasi. Khusus untuk PK, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 2014, bisa dilakukan lebih dari satu kali.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) AK Basyuni Masyarif menyatakan lima diantara lima terpidana mati, dimana dua terpidana mati berasal dari Tangerang, dua dari Riau dan satu dari DKI.

“Yang satu tambahan ini masih akan dicek kembali. Saya belum dapat memastikan, terpidana ini WNA atau WNI,” ujarnya, secara terpisah.

Sementara itu nasib 64 terpidana mati yang tengah dalam proses Grasi ke Presiden, belum diketahui nasibnya. Diduga sebanyak 20 terpidana mati, diantaranya telah ditolak grasinya.

Namun demikian, mereka belum dieksekusi, sebab masih ada putusan MK, yang memungkinkan terpidana mengakukan PK lebih dari satu kali.

Putusan MK ini menyusul permohonan uji materi terpidana Antasari Azhar, 2014. Dimana MK mengabulkan permohonan Antasari, sehingga PK dapat diajukan lebih dari satu kali, demi alasan keadilan. (ahi)