Wednesday, 14 November 2018

Golkar Terancam Tidak Bisa Ikut Pilkada

Sabtu, 20 Desember 2014 — 19:12 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI), g menyimpulkan suara Golkar bakal merosot menjadi 8,4 persen. Jika ini terjadi menurut politisi muda Partai Golkar, Poempida Hidayatulloh, merupakan posisi terendah dalam sejarah perjalanan politik Golkar.

“Ini jelas menunjukkan kepercayaan publik terhadap Golkar kian menurun. Secara logika politik pun pada dasarnya masyarakat tidak akan bersimpati pada partai yang konflik, apalagi terjadi dualisme,” papar Poempida di Jakarta, Sabtu (20/12)

Padahal katanya, tahun 2015 sudah di depan mata. Di pertengahan tahun  terjadi Pemilukada serentak gelombang pertama.   “Pada bulan April mendatang semua calon-calon kepala daerah sudah harus terdaftar di KPU. Dualisme Golkar akan berimbas pada dualisme pencalonan kepala daerah. KPU bisa jadi kemudian membatalkan pencalonan tersebut sehingga Partai Golkar berpotensi tidak memiliki calon di Pemilukada,” katanya.

Lebih jauh menantu politisi senior Fahmi Idris ini menambahkan, imbas dualisme  Golkar akan menyebabkan dualisme kepengurusan daerah, yang artinya akan membuat persoalan politik di daerah akan makin menajam, khususnya pada basis perhelatan di DPRD.

“Yang ada nanti aksi pecat memecat dan tuntut menuntut. Ini akan menjadi pemandangan yang tidak enak dilihat dan didengar, kecuali oleh orang-orang yang mendapatkan keuntungan dari proses kehancuran ini,” tandas Poempida.

Sekali lagi, lanjutnya,  sebagai kader muda yang berharap eksistensi Golkar tetap ada untuk puluhan tahun mendatang, saya berharap agar Dualisme Partai Golkar ini segera disudahi dengan rekonsiliasi.

“Saya yakin bahwa kebesaran hati dari Para elit Golkar ini masih ada dan ini yang akan menjadi bibit penyelamat Partai Golkar ke depan,” tutupnya. (rizal)