Tuesday, 17 September 2019

Sony Cari Cara Rilis The Interview

Sabtu, 20 Desember 2014 — 16:52 WIB
Bioskop di Los Angeles California Amerika memasang poster Film Interview yang mengisahkan dua wartawan yang ditugaskan membunuh pemimpin Korut (reuters)

Bioskop di Los Angeles California Amerika memasang poster Film Interview yang mengisahkan dua wartawan yang ditugaskan membunuh pemimpin Korut (reuters)

SONY Pictures menyatakan akan mencari cara lain untuk merilis film satir, The Interview, setelah membatalkan pemutaran perdana menyusul serangan siber yang ditengarai dilakukan Korea Utara.

Pembatalan pemutaran The Interview ditempuh setelah sejumlah bioskop menolak menayangkannya lantaran adanya serangan siber.

Namun, Sony mengatakan tengah menjajaki beragam alternatif sehingga film tersebut dapat dirilis dalam bentuk yang berbeda.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan Sony membuat kesalahan dengan memilih tidak merilis The Interview.

“Rakyat Amerika tidak mengubah pola perilaku mereka karena adanya kemungkinan serangan teroris. Itulah jati diri kita, dan itulah jati diri Amerika,” kata Obama.

Lebih lanjut, Obama mengaku akan merespons serangan siber terhadap Sony Pictures, tanpa merinci secara rinci respons apa yang bakal diberikan

“Kami akan merespons secara proporsional dan di dalam ruang, waktu, dan cara yang kami pilih. Kami tidak terima ada diktator di sebuah tempat bisa menerapkan sensor di Amerika Serikat,” ujarnya.
Kesalahan

Menanggapi komentar Obama, Direktur Utama Sony Pictures, Michael Lynton, mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya tidak membuat kesalahan perihal penarikan film.

“Bisa kami perjelas, satu-satunya hal yang membuat kami memutuskan tidak merilis film tersebut pada Hari Natal di bioskop-bioskop ialah setelah para pemilik bioskop menolak menayangkannya,” sebut pernyataan resmi Lynton.

“Tanpa bioskop-bioskop, kami tidak bisa merilisnya pada Hari Natal. Kami tidak punya pilihan lain. Namun, kami masih berharap bahwa siapapun yang ingin menyaksikan film ini memiliki kesempatan untuk melakukannya,” lanjut Lynton.

Serangan siber telah melumpuhkan sistem komputer Sony serta membocorkan film-film yang akan dirilis Sony dan data pribadi para pegawainya di internet.

Biro Investigasi Federal (FBI) menemukan kemiripan yang khas antara tipe malware yang digunakan dalam serangan terhadap Sony Pictures dan tipe yang digunakan dalam serangan terhadap Korea Selatan tahun lalu.

Namun, Korea Utara telah membantah meretas sistem komputer Sony Pictures.

The Interview menampilkan James Franco dan Seth Rogen sebagai dua orang wartawan yang mendapatkan kesempatan untuk beraudiensi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Lalu badan intelijen Amerika Serikat CIA mempekerjakan kedua wartawan itu untuk membunuh Kim Jong-un. (BBC)