Saturday, 23 September 2017

Tidur di Kamar Adik Ipar, Kena Tuduhan Berselingkuh

Sabtu, 20 Desember 2014 — 2:45 WIB
Dia-20Des

KOK  ya ada lelaki cemburuan kelewat batas. Seperti Suroso, 32, dari Malang (Jatim) ini contohnya. Lihat istrinya pindah tidur di kamar adik iparnya, sudah disimpulkan telah terjadi perselingkuhan. Tanpa klarifikasi dan penyelidikan, Ny. Sulami, 28, istrinya langsung dihajar. Polisi yang akhirnya menengahi.

Dalam kultur Indonesia, terutama orang Jawa, adik ikut kakak kandung merupakan hal biasa. Sebab orangtua selalu mengajarkan, kakak tertua itu merupakan gantinya orangtua yang telah tiada. Jadi kakak kandung itu punya fungsi pengayoman, meski akan juga berimbas pada anggaran. Sebab yang ditanggung kakak kandung bukan hanya tempat tinggal, tapi juga urusan makan sehari-hari.

Suroso warga Desa Kemantren, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, sejak menikah beberapa tahun lalu ketempatan juga adik lelakinya, Suradi, 28. Mengingat tinggal di rumah BTN yang tak seberapa luas, si adik diberi kamar di belakang, yang hanya ukuran 2 X 3 meter saja. Sedangkan Suroso dan istrinya, tinggal di kamar depan yang berukuran 3 X 3.

Hubungan suami istri itu baik-baik saja, begitu pula Suradi dengan Sulami istri kakaknya. Tak ada masalah. Kalaupun ada sedikit masalah, justru kelakuan Suroso itu sendiri. Jadi suami wataknya temperamental macam Prabu Baladewa wayang kulit. Tersinggung sedikit langsung marah. Mending kalau cuma gebrak meja macam Gubernur Ahok, Suroso ini sering pula main tangan pada istrinya.Hampir setiap hari pasangan itu ribut soal hal-hal yang sepele. Dan karena sifat cengkiling (suka memukul) suami, wajah Sulami sering simpang siur habis kena hajar.

Bahkan pernah pula pelupuk matanya nampak biru-biru begitu. Ternyata itu bukan eye shadow, tapi bekas kena tempeleng suami. Pernah Suradi mengingatkan kakaknya, tapi malah dituduh bahwa si adik ada minat pada mbakyu iparnya.

Beberapa hari lalu kembali Suroso marah-marah macam Prabu Baladewa. Pagi-pagi dia pengin minum kopi, untuk penghangat tubuh. Tapi istrinya setelah subuhan kembali mlungker (tidur) di kamar. Mungkin karena ngantuk, disuruh bikin kopi pagi malah menasihati, jangan sering-sering minum kopi, bisa kena penyakit jantung. “Baca saja “Kopi Pagi” di Pos Kota itu lho…..!” kata istrinya yang memang sering je Jakarta.

Ketika Suroso kembali menggedor-gedor kamarnya, eh Sulami malah pindah ke kamar belakang, ke kamar Suradi, adik iparnya. Di sinilah Suroso jadi cemburu, menuduh bahwa istrinya telah berselingkuh dengan adik ipar sendiri. Ada sejumlah parameter yang memperkuat tuduhan itu. Selain tanpa sungkan tidur di kamar adik ipar, Suradi sering membela Sulami manakala dimarahi suami.

Di sinilah rasa cemburu itu membakar hati Suroso. Seperti yang sudah-sudah, Sulami langsung diseret dan digebuki macam ular saja. Suradi tak bisa membela, karena sedang pergi. Habis menghajar istrinya, Suroso lalu pergi begitu saja, malu barangkali karena para tetangga lalu melayatnya.

Untuk kesekian kalinya wajah Sulami simpang siur tidak beraturan. Dengan tubuh ngilu-ngilu dia mendatangi Polsek Turen mengadukan suaminya. Sesuai dengan laporan KDRT tersebut, Suroso pun dijemput dan dijebloskan ke sel Polres Malang.

Dalam pemeriksaan Suroso meyakini bahwa bininya berselingkuh dengan adik kandungnya. Tapi ketika diminta buktinya, dia tak bisa menunjukkan.

Numpang tidur sih nggak papa, kecuali kalau……meniduri! (Gunarso TS)