Wednesday, 19 September 2018

Hollywood dan Sony Takluk pada Korea Utara

Kamis, 25 Desember 2014 — 20:15 WIB
anonymous-hackers

KOREA Utara sering dipandang dengan tatapan merendahkan oleh dunia. Negeri komunis ini dikuasai oleh diktator ayah dan anak, Kim Jong-il dan kim Jong-un, dan terisoladi dunia. Korea Utara adalah hal yang terbalik dari Korea Selatan. Tertutup, terbelakang, miskin, dan rakyat mereka sering kelaparan.

Namun tak disangka, Korea Utara kini menggetarkan dunia. Tak kepalang tanggung, Hollywood dan Sony, dua simbol kapitalisme barat yang berbasis Amerika, ditaklukan Korea Utara. Lewat serangan dunia maya alias cyber.

Dan Amerika Serikat tidak dapat lancarkan serangan balasan dalam perang siber itu tanpa rangkul Tiongkok dan Rusia.

Kasus serangan siber terhadap Sony Entertainment terkait film parodi “The Interview” tentang fiksi rencana CIA untuk membunuh pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un. Film parodi ini menuai kemarahan penguasa dan rakyat Korea Utara dan membalasnya dengan melakukan serangan balik, lewat hacker.

Kisah peretasan Sony Entertainment terkait film parodi “The Interview” kini jadi lebih seru dan menegangkan ketimbang film aslinya. Demikian komentar harian Austria Der Standard yang terbit di Wina. Sejumlah harian internasional juga menyoroti dengan tajam kasus itu dalam kolom komentar mereka.

Yang terutama adalah pertanyaan geo-politik penting yang tersembunyi di sebalik aksi peretasan tersebut.

Kasus ini menjadi dimensi baru serangan siber dalam konflik antara para pihak yang sudah bertikai cukup lama. Untuk melancarkan aksi balasan terhadap rezim pimpinan Kim Jong Un di Korea Utara, Amerika Serikat memerlukan mitra tangguh di kawasan, yakni Tiongkok yang bisa memutuskan akses Pyongyang ke jejaring dunia maya, serta Rusia yang bisa menyetop kucuran uang ke Korea Utara.

Masalahnya, Washington terlibat bentrokan dengan Beijing maupun Moskow. Selain itu di sisi lainnya, Amerika Serikat justru menghadapi ancaman lebih besar ketimbang serangan siber dari rezim di Korea Utara, yakni serangan siber dari Tiongkok itu sendiri.

Harian Perancis Le Monde yang terbit di Paris berkomentar: Hollywoood dan Sony telah takluk. Hollywood dan Sony ditundukkan oleh peretas dari Korea Utara. – dimas