Thursday, 13 December 2018

Warga Kelurahan Tanjung Barat Dibayangi Ancaman Banjir

Jumat, 26 Desember 2014 — 21:34 WIB

JAGAKARSA (Pos Kota) – Sekitar 200 jiwa (75 KK) di 2 RW di Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa berpotensi kebanjiran hingga dua meter. Warga dan pemangku kepentingan mendesak Pemprov DKI percepat normalisasi Sungai Ciliwung yang melintasi kawasan itu.

“Kami prihatin dengan banjir yang sudah menjadi langganan di RW 03 dan RW 05 Tanjung Barat. Kapan Sungai Ciliwung yang melintasi Tanjung Barat jadi dinormalisasi?” ujar Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Tanjung Barat, Marsani saat rapat antisipasi banjir di Kelurahan Tanjung Barat, Jumat (26/12).

Rapat dipimpin Lurah Tanjung Barat, Aryan Safari, Danramil Jagakarsa, Kapten Inf.Kholidi  beserta para Babinsa Babinkamtibmas, Kasatgas Pol. PP Kelurahan Tanjung Barat dan Ketua Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tanjung Barat,  Mayor Inf. H. Sarmili.

Marsani menuturkan dari dua RW rawan banjir itu terdapat tiga RT yang selalu terendam banjir akibat luapan Sungai Ciliwung yaitu RT 005/03 dan RT 010& 011/05.

Menyikapi hal itu, pengurus Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) setempat bersama jajaran kelurahan sepakat membuat Posko Siaga Banjir di halaman kantor kelurahan.

Aryan Safari, Lurah Tanjung Barat menuturkan RW 03 dan RW 03 permukaan tanahnya menurun dan lokasinya hanya berjarak sekitar dua meter dari permukaan sungai.

“Saya bangga atas kepedulian pengurus LMK dan jajaran terkait dalam mengantisipasi banjir di saat musim hujan ini khususnya jelang puncak hujan pada Januari mendatang,” kata Aryan.

Hasil rapat selain akan membuat posko siaga banjir juga membentuk tim antisipasi banjir yang terdiri dari anggota Satkamling, Pokdar Kamtibmas serta unsur Ormas di Tanjung Barat.

Khusus di tingkat Kelurahan Tanjung Barat, sudah menyiapkan posko pengungsian di kantor kelurahan berikut pasokan logistik, dapur umum dan kesehatan. (Rachmi)