Tuesday, 20 November 2018

Puluhan Penyelam TNI AL Diterjunkan

Basarnas Pastikan Serpihan dan Jasad Korban AirAsia Ditemukan Selat Karimata

Selasa, 30 Desember 2014 — 14:55 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo, menyatakan serpihan yang ditemukan pesawat Hercules TNI AU di Selat Karimata, dekat Perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Barat, adalah serpihan pesawat AirAsia. Dengan demikian, sekitar 20 penyelam andalan TNI AL diterjunkan ke dasar laut untuk mengevakuasi jasad dan puing pesawat.

Hal itu ditegas Bambang Soelistyo dalam keterangan pers keduanya di Kantor Basarnas, kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014) siang. Ia yakin 95 persen atas serpihan temuan tersebut, sementara sissanya 5 persen karena benda yang ditemukan itu belum dilihatnya langsung.

Sebagai mana dilaporkan, helikopter Basarnas maupun Hercules TNI AU menemukan sejumlah puing dan jasad yang mengapung. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, menjelaskan telah menerima kabar melihat sejumlah korban dengan lokasi di sekitar perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Barat. “Kami telah menerima laporan dari Diskomplek TNI-AL,” kata Manahan Simorangkir, Selasa (30/12/2014).

Sementara itu, untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa dari pesawat AirAsia QZ 8501, Pemkot Surabaya akan menyiagakan sebanyak 84 unit Ambulance di Crisis Center T2 Bandara Juanda Surabaya.

“Dari jumlah sebanyak 84 unit itu, tidak semuanya berada di Juanda, namun hanya beberapa saja. Yang lainnya bersiaga di rumah sakit masing-masing, tapi siap datang kapan saja dibutuhkan on call,” kata petugas Posko Pelayanan Pemkot Surabaya di Crisis Center T2 Bandara Juanda Surabaya, Ashadi.

Pada bagian lain, Kementerian Perhubungan memastikantelah menemukan serpihan di Perairan Pangkan Bun, Kalimatan Tengah. Serpihan ini diduga pesawat AirAsia QZ8501.

“Pesawat Kalibrasi King Air milik Kemenhub telah menemukan cukup banyak serpihan warnah merah dan warna putih,” ujar Plt Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo dalam jumpa persnya di kantor Kemenhub, Jakarta, 30 Desember 2014.

Ia mengatakan, serpihan-serpihan tersebut ditemukan di beberpa koordinat. Pertama, pada koordinat 03.52,50 lintang selatan, dan 110.30,53 east. Kordinat kedua, 03.52,73 south dan 110.30,18 east. Dan kordinat ketiga, 03.52,62 south dan 110.29,39 east.

Djoko menambahkan, kira-kira posisi serpihan tersebut berada di 99.99 atau sekitar 100 mil di Perairan Pangkalan Bun. “Koordinatnya pada 225 derajat, itu berarti barat laut,” katanya.

(*/sir)