Wednesday, 19 December 2018

AirAsia Hilang

Saham dan Penumpang Pesawat Anjlok

Selasa, 30 Desember 2014 — 9:29 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Menyusul hilangnya pesawat AirAsia tujuan Surabaya-Singapura saham perusahaan penerbangan di pasar regional anjlok, begitu halnya terjadi penurunan jumlah penumpang.

Kepala riset Woori Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan saat ini pelaku pasar memiliki persepsi negatif terhadap industri penerbangan akibat tragedi AirAsia.

“Orang menjadi cemas bepergian dengan pesawat terbang, mendorong penggunaan pesawat di kawasan ASEAN untuk sementara waktu mengalami penurunan,” ujar Reza.

Menurutnya, sekarang ini masyarakat berasumsi bila Air Asia yang dikenal memiliki armada bagus dan canggih bisa mengalami musibah, bagaimana dengan maskapai lainnya.

Dikatakannya pada perdagangan Senin sore, 29 Desember 2014, hingga pukul 16.00, saham AirAsia anjlok 0,23 poin (7,82 persen) ke level 2,710 ringgit Malaysia per lembar saham.

Selain itu saham Singapore Airline Ltd (SAL) juga turun sebanyak 0,08 poin (0,69 persen) menjadi 11,59 dolar singapura per lembar saham. Lalu Malaysia Airlines Sysetem (MAS), turut terkoreksi sebesar 0,005 (1,85 persen) pada level 0,265 per lembar saham.

Garuda Indonesia Tbk (GIAA) juga dilaporkan turun 10 poin (1,7 persen) menjadi Rp 590 per lembar saham.

Reza tetap yakin meskipun beberapa hari ke depan penumpang pesawat bakal berkurang, namun kepercayaan masyarakat terhadap pesawat sebagai moda transportasi tercepat dan ternyaman dalam mobilitas antar pulau, membuat sektor ini masih tetap prospektif pada tahun 2015.

(dwi/sir)