Saturday, 22 September 2018

Tidak Lagi Direken Istri, Pilih Mati Gantung Diri

Selasa, 30 Desember 2014 — 1:56 WIB
Dia-29Des

LELAKI cap apa yang tidak nelangsa? Oleh istri hanya dianggap suami outsorching, dibutuhkan ketika masih produktif saja. Ketimbang makan hati, Kusnadi, 48, dari Kotabaru (Kalsel) memilih mati gantung diri. Soalnya dia tak tahan dengan laporan anak bahwa, “Ibu sekarang punya PIL”.

Banyak sekarang perusahaan yang menganggap buruh itu sekedar alat produksi, bukan aset perusahaan. Karenanya mereke mimilih pekerja outsorching, yang bisa ditendang kapan saja, manakala dia tak lagi produktif. Gilanya, kini juga banyak istri menganggap suaminya seperti pekerja outsorching. Mana kala sudah tidak produktif, tidak lagi direken sebagai kepala keluarga, bahkan ditinggal bermain api dengan lelaki lain.

Suami malang itu di antaranya Kusnadi, warga Perum Rancamayar, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru. Ketika masih jadi pekerja produktif, dia menjadi dambaan dan tulangpunggung keluarga. Tapi setelah jadi penganggur gara-gara kena PHK, istrinya yang kini harus kerja banting tulang. Sejak itu pula dia mulai tersisih dan tereleminasi.

Gaji lumayan istri cantik, suami cap apa yang tak bahagia? Karenanya sejak menikah dulu Kusnadi melarang istrinya, Hamidah, 42, bekerja. Dia cukup di rumah saja, mengasuh anak ditambah mamah karo mlumah. Mamah pun pasti yang enak-enak, karena duit ada. Pendek kata Kusnadi bisa memanjakan istri dan anak-anak.

Tapi kehidupan memang penuh pasang surut. Kantor tempat bekerja bubar, dan Kusnadi hanya dapat pesangon tidak seberapa. Cari kerja lagi tak kunjung dapat, sehingga pesangon habis buat makan. Bahkan rumah juga terjual. Kini untuk menyambung hidup, Hamidah lah yang bekerja jadi penjual ayam potong keliling.

Seringnya Hamidah keluar masuk kampung, dia kenal dengan lelaki bonafid, yang jauh lebih keren dari suami. Di sinilah hatinya mulai goyah dan bimbang, sehingga dia melayani ajakan setan. Habis jualan ayam potong termasuk bagian sayap dan paha, kini justru pahanya sendiri ditawarkan Hamidah pada lelaki PIL tersebut. Karena istri Kusnadi ini masih tergolong STNK, tentu saja dinikmati dengan lahap.

Sejak itu pula Hamidah jadi kurang perhatian pada suami, karena waktunya dihabiskan untuk rangkap tugas; ya jualan paha ayam, ya pahanya sendiri. Bagaimana tak diistilahkan “dijual” sebab setiap usia melayani sang PIL, Hamidah pasti diberi uang banyak, jauh lebih besar dari keuntungnnya dagang ayam potong.

Awalnya suami dan anak-anak tidak tahu permainan kotor sang mama. Namun sekali waktu SMS ibunya terbaca oleh anak sulung, sehingga dilaporkan pada sang ayah. Sejak itu keduanya ribut terus. Kusnadi menuduh istri selingkuh, tapi istri membantah bahwa itu hanya SMS nyasar. “Kamu sekarang campakkan saya. Memangnya aku suami outsourching, apa?” gertak Kusnadi yang dijawab oleh istrinya dengan kata pendek: terserah.

Huuuuh, semakin frustrasi Kusnadi jadinya. Di kala istri kerja jualan ayam potong dan anak-anak sekolah, lelaki putus asa itu kemudian masuk dapur dalam rangka gantung diri. Hasilnya sukses, karena siang harinya ditemukan Kusnadi sudah tanpa nyawa, tubuh tergantung. Gegerlah warga sekitarnya. Tak tahulah dalam hati Hamidah.

Senang kali, bakal dapat “pekerja” baru. (Gunarso TS)

  • Romeo

    Bunuh diri adalah perbuatan yg tdk akan pernah mendapatkan ampunan dari Allah, apalagi krn mslah kehidupan di dunia, mislnya: ekonomi, perselingkuhan, ketakutan dll. Sabar walaupun sulit tapi berbuah kebahagiaan kelak.

  • Jihar Prakoso

    Hanya istri yang taat pada suami maka kedua orang tuanya berhak masuk sorga bagi orang tua yang punya anak perempuan.