Friday, 28 July 2017

Mendag Janji Bantu Bangun Pasar Klewer Yang Terbakar

Sabtu, 3 Januari 2015 — 14:21 WIB
Foto-Pasar Klewer sebelum terbakar.(ist)

Foto-Pasar Klewer sebelum terbakar.(ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Menindaklanjuti janji Presiden Joko Widodo yang akan membangun kembali Pasar Klewer Surakarta, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel berjanji membantu berdirinya kembali Pasar Klewer dan Pasar Induk Wonosobo.

“Kementerian Perdagangan menyiapkan dana untuk membangun kembali Pasar Klewer di Surakarta dan Pasar Induk Wonosobo,” tegas Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di sela kunjungan ke Provinsi Jawa Tengah, kemarin.

Dia mengunjungi pasar, untuk melihat secara langsung kondisi Pasar Induk di Kabupaten Wonosobo dan Pasar Klewer di Kota Surakarta yang mengalami kebakaran Desember lalu.

Menurut Rachmat, dana yang dialokasikan Kemendag untuk kedua pasar tersebut akan disinergikan dengan anggaran Kabupaten Wonosobo, Kota Surakarta, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, Pasar Induk Wonosobo mengalami kelumpuhan karena ribuan kios dan los habis dilalap api pada 22 Desember 2014. Sementara Pasar Klewer Surakarta juga terbakar habis pada 28 Desember 2014 lalu.

Pada kunjungannya di kedua pasar ini, Mendag Rachmat menyatakan akan mempercepat pembangunan kedua pasar ini agar aktivitas ekonomi segera pulih kembali. “Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Klewer lumpuh akibat kebakaran lalu. Pemerintah akan berupaya membantu perbaikan kedua pasar ini hingga dapat beroperasi kembali sepenuhnya,” kata Mendag.

Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Klewer Surakarta menjadi tumpuan ekonomi dan perdagangan para pedagang Kecil dan Menengah di wilayah Jawa Tengah, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Wonosobo dan Kota Surakarta. Terlebih Pasar Klewer yang juga merupakan sentra industri kecil batik dari berbagai daerah, antara lain sentra industri batik Pekalongan, Cirebon, Jepara, dan lainnya.(lina/yo)

  • Ade Bageur

    Pasar Tradisional hrs dikuasai pemda sehingga income 100% masuk kas APBD ,pejabat yg korup akan meng kknnya spy dikuasai swasta dan mereka saling bagi2 ,hal begini hrs dilarang ,contoh pasar DKI yg merugikan sampai kira -kira 200 M ,ini dizaman Jokowi -Ahok