Wednesday, 13 December 2017

Gas 12 Kg Mahal, Gas Ukuran Melon Diserbur Warga

Selasa, 6 Januari 2015 — 18:50 WIB

BOGOR (Pos Kota) – Pasca naiknya harga  gas elpiji ukuran 12kg,  permintaan gas 3kg melonjak tajam, sedangkan  gas 12kg menurun drastis. Bukan hanya ibu-ibu rumah tangga yang kini menyerbu gas melon, tapi juga pengusaha restoran dan warung makan. Serbuan ini membuat pengecer dan agen kewalahan apalagi, stok gas melon ini dibatasi.

Sejumlah ibu-ibu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengaku, kini beralih ke gas melon.”Lebih hemat gas 3kg, haragnya Rp19.000, bisa dipakai seminggu. Kalau sebulan cuma Rp76.000. Bandingkan dengan  gas 12kg, harganya sekarang Rp150.000, artinya ada sisa Rp64.000 dan itu bisa buat belanja lainnya,” ucap Ny. Rohati, warga Perum BDB II, Kelruhan Sukahati, Cibinog, Selasa.

Pelaku usaha restoran dan warung makan juga kini beralih ke gas melon.  “Lebih irit. Kelemahanya cuma kita harus cabut pasang tutup gas, sebab gas melon hanya sehari dipakai, sedangkan gas 12 kg bisa empat sampai lima hari,” ujar Rahman, pengusaha Restoran Padang di Jl. Raya Bogor-Jakarta.

Beralih konsumen ke gas 3kg ini diakui  Dede, pengecer gas di Kota Bogor yang mengatakan, pelanggan  kaget saat mengetahui gas 12kg naik menjadi Rp150.000. “Saat ini stok gas 12kg masih banyak, biasanya di awal bulan hanya beberapa tabung saja,” katanya.

Sedangkan gas 3kg, dalam tempo sehari sudah diserbu konsumen. “Bukan hanya ibu-ibu, tapi juga pelaku usaha restoran,” katanya.

Serbuan gas melon juga dialami di tingkat agen, seperti yang dilontarkan  Tatang, pemilik PT  Soleh Pribadi Putra di Jalan Cipaku,  Kota Bogor. “Sejak dibuka pukul 09.00,  warga sudah mengantri dan berebut gas 3kg. Dalam tempo sejam, 560 gas melon habis terjual,” katanya.

Menurutanya,  biasanya sehari  dikirim dua sampai tiga truk bersisi  gas 3kg.”Tapi, hari ini, cuma satu truk. Biasanya satu truk berisi 560 gas 3kg. Kami juga diberitahu sampai akhir Januari ini, hanya diberi jatah 44.000 tabung gas 3kg, padahal tahun lalu jatah saya sampai 47.000 tabung,” katanya.

Dia mengaku tidak ada penjelasan soal pengurangan jatah gas melon ini. “Saya tanya ke teman-teman agen lainnya, mereka juga bingung adanya pembatasan gas melon 3kg. Kalau ini sampai berlarut-larut, bukan hanya kita yang rugi tapi juga kasihan ibu-ibu rumah tangga lainnya lantaran kesulitan mendapatkan gas melon,” ucapnya. (iwan)

  • suwiryo

    Ayo.. ayo.. BBM naik, Gas naik, Listrik naik, harga-harga naik,.. gaji tetap .. ayo-ayo kita pakai gas 3 kg saja… SERBU!