Thursday, 20 July 2017

Kemenhub Perketat Ijin Terbang, Ribuan Penumpang Citilink Keleleran

Rabu, 7 Januari 2015 — 21:42 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kebijakan baru Kementrian Perhubungan mengenai ijin rute atau terbang tambahan yang diperketat regulator memyebabkan sejumlah penerbangan mengalami masalah, tidak terkecuali maskapai Citilink tidak bisa mengangkut ribuan penumpangnya yang sudah membeli tiket periode tanggal 7-10 Januari ini.

Hal itu dikarenakan permohinan ijin penerbangan tambahan yang diajukan Citilink ditolak oleh Kementerian Perhubungan.

VP Corporate Communication PT Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar menyebutkan pemberitahuan penolakan dari Kemenhub baru diketahui 6 Januari malam. “Padahal kami sudah menjual tiket jauh hari dan seharusnya tanggal 7 Januari akan diterbangkan ratusan penumpang dari Medan-Jakarta,” ujarnya.

Benny  menambahkan penerbangan tambahan tersebut merupakan respon dari kebijakan Kementerian Perhubungan untuk kelancaran angkutan Natal 2014 dan tahun baru 2015 atau memasuki masa peak season.

Selama masa angkutan Natal dan Tahun baru selama periode  18 Desember 2014 hingga 7 Januari 2015. penerbangan tambahan berjalan lancar. Namun dengan adanya kebijakan baru Kemenhub  pasca kasus AirAsia prosesnya menjadi terhenti untuk permohonan tanggak 7-19 Januari 2015.

Dia sendiri tidak mengetahui alasan ditolaknya permohonan ijin penerbangan tambahan, padahal semua syarat yang diperlukan sudah dilengkapi manajemen.Citilink.

Menurutnya, ada empat penerbangan tambahan yang diminta Citilink. Yaitu tiga penerbangan rute dari Bandara Soekarno-Hatta dan satu penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma hingga tanggal 10 Januari ada 10 penerbangan tambahan dengan jadwak penerbangan pukuk 11:00 rute Kualanamu-Halim, dan pukul 12:25 serta 13:35 rute Kualanamu-Cengkareng.

Jumlahh calon penumpang yang sudah membeli tiket lebih dari seribu orang. “Untuk penerbangan pada hari ini, Rabu (7 Januari) tiket yang terjual sebanyak 900 eksemplar. Dan tiga hari lainnya load faktornya mencapai 94-100 persen yang tidak bisa diberangkatkan karena tidak diberi ijin Kemenhun,” terang Beny. (dwi)

  • suwiryo

    Entar akan diangkut pakai kereta api, jurusan jogya-kutoarjo.

  • Hani Hapsari

    salah sendiri , kalau memang kagak layak minta tambahan ngapain juga ngajuin permohonan . bisa jadi mereka sudah biasa nglakuin cara2 seperti itu , gak tahunya sekarang ada gerakan revolusi mental. moga2 orang2 yang bermental bosok pada segala tingkatanya tersembuhkan dengan gerakan revolusi mental dan memasuki tahun baru ini .